Zulhas Akui MinyaKita Berkurang di Pasaran karena Program Bantuan Pangan
Kurangnya pasokan juga membuat harga MinyaKita di pasaran mengalami kenaikan sedikit. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengakui peredaran pasokan MinyaKita saat ini memang berkurang di pasaran. Kondisi ini diakibatkan oleh adanya program bantuan pangan pemerintah.
Kurangnya pasokan juga membuat harga MinyaKita di pasaran mengalami kenaikan sedikit.
“Jadi, kemarin ada 33 juta bantuan pangan, kali 2 liter, kali 2 bulan. Nah, pakai minyaKita, itu tuh kesedot. Ya, sehingga di pasar agak berkurang, sehingga harga agak menjadi naik,” kata sosok yang akrab disapa Zulhas dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (22/4).
Maka dari itu, ia berkomitmen akan menambah suplai MinyaKita ke pasaran. Selain itu, Zulhas juga akan mengatur agar bantuan pangan yang disalurkan oleh Bulog tersebut dapat menggunakan minyak goreng selain MinyaKita.
Ia juga akan mendiskusikan hal tersebut dengan para pengusaha minyak goreng di tingkat produsen.
“Dan nanti Bulog kalau ada bantuan pangan ya. Boleh pakai merek apa saja. Kita akan bicara dengan produsen dengan harga yang sama. Jadi ada tambahan, gitu. Ada tambahan, sehingga tidak mengganggu minyaKita yang ada di pasar-pasar tradisional,” ujarnya.
Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga berbagai komoditas pokok setelah lebaran Idul fitri sudah mulai terjaga. Namun, harga MinyaKita dan cabai rawit masih tergolong tinggi.
Hal ini terlihat dari selisih harga berbagai komoditas pangan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET)/Harga Acuan Pembelian (HAP) yang rata-rata terjaga di bawah 6 persen. Sementara selisih untuk MinyaKita masih mencapai 7,03 persen dan cabai rawit 35,86 persen.