Wuling Sebut Minat PHEV Naik, Sumbang 30 Persen Pesanan Eksion
Penjualan Wuling Eksion PHEV mengalami peningkatan dibandingkan model Darion. #kumparanOTO

Kesadaran masyarakat terhadap teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mulai menunjukkan peningkatan. Hal tersebut tercermin dari komposisi pemesanan Wuling Eksion yang menawarkan dua pilihan teknologi elektrifikasi, yakni kendaraan listrik murni (EV) dan PHEV.
Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, Brian Gomgom mengatakan, porsi pemesanan varian PHEV pada Eksion mengalami peningkatan dibandingkan model sebelumnya, Wuling Darion.
"Kalau dari Wuling Darion, kemarin EV nya 80 persen dan PHEV 20 persen. Tetapi di Eksion ini, EV nya 70 persen dan PHEV nya 30 persen. Jadi sudah mulai terlihat tren PHEV ini naik," ujarnya saat ditemui di Purwokerto, Kamis (4/6/2026).

Menurut Brian, peningkatan tersebut menunjukkan semakin banyak konsumen yang mulai mempertimbangkan teknologi PHEV sebagai alternatif kendaraan elektrifikasi.
Model ini dinilai menarik bagi konsumen yang ingin merasakan pengalaman berkendara elektrifikasi, tetapi belum sepenuhnya siap beralih ke kendaraan listrik murni.
"Masih ada sebagian orang yang belum berani hijrah langsung ke EV. Sehingga PHEV ini menjadi jembatan antara kendaraan bermesin konvensional dan mobil listrik," katanya.

Karakteristik PHEV yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik menjadi salah satu faktor pendukung. Teknologi ini memungkinkan pengguna tetap dapat berkendara tanpa khawatir soal ketersediaan stasiun pengisian daya, sekaligus merasakan manfaat penggunaan tenaga listrik dalam aktivitas sehari-hari.
Selain itu, kondisi infrastruktur pengisian kendaraan listrik yang masih terus berkembang juga membuat sebagian konsumen melihat PHEV sebagai solusi transisi yang lebih realistis.

Brian menilai tren tersebut memiliki kemiripan dengan fase awal perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya, adopsi PHEV berpotensi terus tumbuh seiring meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap teknologi elektrifikasi dan semakin banyaknya pilihan model yang tersedia di pasar.
Dengan komposisi pemesanan yang kini mencapai 30 persen, PHEV mulai menunjukkan potensinya sebagai salah satu pilihan kendaraan elektrifikasi yang semakin diminati konsumen Indonesia.