News Berita

Wuling Mulai Rakit Baterai di Dalam Negeri, Dongkrak TKDN Lebih Tinggi

Wuling Motors Indonesia sudah mulai merakit baterai secara lokal untuk meningkatkan nilai TKDN. #kumparanOTO

Wuling Mulai Rakit Baterai di Dalam Negeri, Dongkrak TKDN Lebih Tinggi
Fasilitas produksi SAIC GM Wuling Automobile Co. Ltd. di Liuzhou, Guanxi, China. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
Fasilitas produksi SAIC GM Wuling Automobile Co. Ltd. di Liuzhou, Guanxi, China. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Marketing Operation Director Wuling Motors Indonesia, Ricky Christian mengonfirmasi bahwa Wuling sudah melakukan perakitan baterai secara lokal di Indonesia.

”Kita sudah melakukan fasilitas perakitan produksi (baterai) langsung di fasilitas perakitan kita di Cikarang. Karena mengikuti timeline dari Kementerian Perindustrian untuk bisa mengejar tahapan TKDN (tingkat komponen dalam negeri),” buka Ricky di Liuzhou, China, Rabu (1/7/2026).

Adapun bicara TKDN, sesuai roadmap sesuai Perpres 79 Tahun 2023 yang telah mendapat penyesuaian oleh Kementerian Perindustrian, TKDN 40 persen di tahun 2022-2026, minimal 60 persen pada 2027-2029, dan di tahun 2030 dan seterusnya minimal 80 persen.

Fasilitas produksi SAIC GM Wuling Automobile Co. Ltd. di Liuzhou, Guanxi, China. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
Fasilitas produksi SAIC GM Wuling Automobile Co. Ltd. di Liuzhou, Guanxi, China. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Bukan cuma itu, Wuling Motors Indonesia telah melakukan pembahasan bersama dengan produsen baterai mobil listrik yang sudah berinvestasi di Indonesia. Diketahui, saat ini sudah ada CATL dan HLI Green Power.

”Ada beberapa pembahasan juga dengan produsen baterai yang sudah melakukan investasi di dalam negeri,” sambungnya.

Selain baterai, komponen-komponen lain turut memberikan kontribusi dalam pemenuhan TKDN. Menurut Ricky, saat ini mayoritas produk Wuling sudah mengantongi lebih dari 40 persen lokalisasi.

Fasilitas produksi SAIC GM Wuling Automobile Co. Ltd. di Liuzhou, Guanxi, China. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
Fasilitas produksi SAIC GM Wuling Automobile Co. Ltd. di Liuzhou, Guanxi, China. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

“Mayoritas produknya sudah lebih dari 40 persen. Kita terus melakukan komunikasi dengan pihak-pihak vendor ataupun supplier lokal. Apa yang bisa dibantu untuk menjadikan produk ini lebih efisien dan efektif dibangun di Indonesia atau dirakit di Indonesia,” jelasnya.

“Sampai saat ini mungkin sudah cukup banyak supplier-supplier yang bekerja sama dengan PT SGMW. Sebagian ada di Jawa Barat, sebagian ada juga di luar jawa barat,” imbuhnya.

Merujuk pada laman Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Kementerian Perindustrian, mobil-mobil elektrifikasi Wuling sudah mengantongi nilai TKDN minimum 40 persen. Berikut daftarnya:

Wuling BinguoEV (2024): 40 persen

Wuling Air ev (2024): 40 persen

Wuling Cortez Darion EV: 42,5 persen

Wuling Cortez Darion PHEV: 42,5 persen

Wuling Mitra EV: 42,5 persen

Wuling CloudEV: 40 persen

Wuling Eksion: 42,5 persen.

Buka sumber asli