Wanita Tunagrahita di Jombang Tewas Dianiaya Kakaknya karena Bumbu Pecel
Wanita Tunagrahita di Jombang Tewas Dianiaya Kakaknya karena Bumbu Pecel #newsupdate #update #news #text

Seorang wanita penyandang tunagrahita bernama Choiriyah (47) ditemukan tewas di kamar kosnya di Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Korban dibunuh kakak kandungnya sendiri, Suparni (61).
Motif pembunuhan itu karena pelaku mengaku kesal korban menghabiskan bumbu pecel.
"Kakaknya mengaku melakukan penganiayaan karena sakit hati bumbu pecel sekitar 1 kilogram dihabiskan oleh korban," kata Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Magribi Agung Saputra saat dikonfirmasi, Jumat (3/7).
Kasus ini pertama kali terungkap saat warga menemukan jasad korban di kamar mandi di kosnya pada Jumat (12/6). Saat itu, Suparni mengaku kepada warga bahwa adiknya tewas akibat terpeleset di kamar mandi.
Jenazah korban kemudian dibawa ke kampung halamannya di Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Kabupaten Jombang, untuk dimakamkan.
Namun, kematian korban menimbulkan kecurigaan setelah sejumlah warga melihat adanya lebam pada tubuh korban.
Pada Minggu (14/6), polisi melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam yang dilanjutkan dengan autopsi.
Hasil autopsi mengungkap adanya luka akibat kekerasan benda tumpul pada tubuh korban. Berdasarkan temuan tersebut, penyidik kembali memeriksa Suparni hingga akhirnya yang bersangkutan mengakui telah menganiaya adiknya.
"Penganiayaan memakai sapu sampai patah, kepala korban dibenturkan ke dinding. Setelah korban lemas, dibawa ke kamar mandi," ucapnya.
Korban kemudian dibawa ke kamar mandi agar kematiannya terlihat seolah-olah akibat terpeleset.
Kini, Suparni telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 466 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.
"Untuk perkara ini sudah ditangani Unit Pidum," ujarnya.