Wall Street Menguat, Investor Borong Saham Perusahaan AI
Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Senin (6/7). #bisnisupdate #update #bisnis #text

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (6/7), dengan S&P dan Nasdaq yang melesat didorong reli saham Broadcom dan emiten semikonduktor lainnya seiring investor memborong saham perusahaan yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI). Saham-saham tersebut diperkirakan menjadi pendorong kuat musim laporan keuangan kuartal II.
Mengutip Reuters, S&P 500 naik 0,72 persen dan ditutup di level 7.537,43. Nasdaq menguat 1,12 persen ke 26.121,16, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 0,29 persen menjadi 53.055,91.
Meski S&P 500 menguat, jumlah saham yang melemah di dalam indeks masih lebih banyak dibandingkan saham yang naik, dengan rasio sekitar 1,3 banding 1.
Setelah kenaikan pada Senin (6/7), S&P 500 telah menguat sekitar 10 persen sepanjang 2026, meski masih berada sekitar 1 persen di bawah rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada 2 Juni.
Saham Broadcom melonjak 3,7 persen setelah produsen cip tersebut dan Apple sepakat memperpanjang kerja sama hingga 2031 untuk mengembangkan dan memasok berbagai cip khusus.
Indeks sektor teknologi informasi S&P 500 naik 1,3 persen, sedangkan Philadelphia SE Semiconductor Index menguat 2,2 persen setelah sempat melemah selama dua sesi perdagangan berturut-turut.
“Ini adalah pasar yang membuat banyak investor tertinggal. Jika Anda tidak berinvestasi di saham-saham teknologi tertentu, terutama semikonduktor, pada dasarnya Anda akan melewatkan seluruh reli pasar,” kata Kepala Eksekutif Longbow Asset Management, Jake Dollarhide.
Namun, ia mengingatkan reli tersebut masih rapuh dan berisiko berbalik arah, terutama apabila Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan.
“Saya pikir ini adalah reli yang sangat rapuh. Ada risiko, terutama jika The Fed terus mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama,” lanjut Dollarhide.
Memanfaatkan tingginya minat investor terhadap saham cip berbasis AI, produsen cip asal Korea Selatan SK Hynix dijadwalkan melantai di Nasdaq pada pekan ini.
Di sisi lain, saham Microsoft turun hampir 1 persen setelah perusahaan mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 2,1 persen tenaga kerjanya atau sekitar 4.800 karyawan.
“Pesan yang ditangkap pasar adalah Microsoft tidak mampu menanggung seluruh belanja modalnya dan belum ada tingkat pengembalian investasi yang jelas. Karena itu, keputusan memangkas tenaga kerja alih-alih mengurangi belanja CapEx dipandang sebagai sinyal negatif,” kata Ketua Great Hill Capital LLC, Thomas Hayes.
Dari sisi data ekonomi, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan indeks manajer pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) sektor jasa atau nonmanufaktur turun tipis menjadi 54,0 pada bulan lalu, sesuai dengan ekspektasi pasar.
Saham SpaceX melemah 1 persen, dengan nilai transaksi saham melebihi USD26 miliar, sebagian besar terjadi pada detik-detik terakhir perdagangan. Perusahaan roket dan AI milik Elon Musk itu dijadwalkan masuk ke indeks Nasdaq 100 pada Selasa.
Menjelang dimulainya musim laporan keuangan kuartalan perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan, ekspektasi investor tetap tinggi.
Analis yang disurvei LSEG I/B/E/S memperkirakan laba perusahaan anggota S&P 500 pada kuartal II akan tumbuh sekitar 24 persen secara tahunan. Sementara itu, laba sektor teknologi diproyeksikan melonjak sekitar 65 persen. Delta Air Lines dan PepsiCo dijadwalkan merilis laporan keuangannya pada pekan ini.
Setelah data ketenagakerjaan AS pekan lalu menunjukkan hasil yang lebih rendah dari perkiraan, pelaku pasar kini memperkirakan peluang 25 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat 29 Juli, berdasarkan alat FedWatch milik CME.
Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih agresif sempat meningkat setelah rapat The Fed bulan lalu, yang merupakan pertemuan pertama di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh. Risalah rapat tersebut dijadwalkan dirilis pada Rabu (8/7).
Sementara itu, Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan panduan kebijakan ke depan dapat menjadi instrumen yang efektif untuk mempercepat dampak kebijakan moneter apabila digunakan dalam kondisi yang tepat. Namun, menurutnya instrumen tersebut juga dapat menimbulkan masalah apabila diterapkan secara terlalu kaku.
Di sektor korporasi, saham O’Reilly Automotive anjlok 6,7 persen setelah Bloomberg News melaporkan perusahaan suku cadang otomotif itu mengajukan penawaran tunai untuk mengakuisisi Genuine Parts. Saham Genuine Parts turut melemah sekitar 3 persen.
Volume perdagangan di bursa saham AS relatif tipis, dengan total 16,8 miliar saham berpindah tangan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata 23,4 miliar saham selama 20 sesi perdagangan sebelumnya.