News Berita

Usai Berdamai dengan Iran, Korut Bakal Jadi Fokus Baru Trump

Presiden Korsel: Trump Bilang Saatnya Perhatikan Korea Utara #newsupdate #news #update #text

Usai Berdamai dengan Iran, Korut Bakal Jadi Fokus Baru Trump
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Foto: Kim Hong-Ji/REUTERS
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Foto: Kim Hong-Ji/REUTERS

Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin mengalihkan perhatian ke isu Korea Utara (Korut).

Lee mengungkap kebijakan itu diambil Trump usai AS menyepakati perdamaian dengan Iran usai perang sejak awal 2026 ini.

Dilansir AFP, pernyataan itu disampaikan Lee saat membeberkan isi pertemuannya dengan Trump di sela-sela KTT G7 di Prancis.

Presiden AS Donald Trump berpartisipasi dalam makan malam kerja para pemimpin G7 selama KTT G7 di Hotel Royal Evian , Senin (15/6/2026). Foto: Anna Moneymaker/Getty Images/AFP
Presiden AS Donald Trump berpartisipasi dalam makan malam kerja para pemimpin G7 selama KTT G7 di Hotel Royal Evian , Senin (15/6/2026). Foto: Anna Moneymaker/Getty Images/AFP

"Presiden Trump mengatakan bahwa waktunya telah tiba untuk memberikan perhatian pada isu Korea Utara," kata Lee kepada wartawan di Seoul, Jumat (19/6).

Lee mengatakan dirinya dan Trump juga sepakat bahwa tujuan jangka pendek yang paling realistis saat ini adalah menghentikan program nuklir Korea Utara.

Menurut Lee, Trump menilai belum ada solusi yang jelas untuk menyelesaikan persoalan senjata nuklir Korut secara menyeluruh, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Sejumlah petinggi negara berfoto selama makan malam gala sebagai bagian dari KTT G7, di Evian, Prancis timur, Selasa (16/6/2026). Foto:  Ludovic Marin/Pool via REUTERS
Sejumlah petinggi negara berfoto selama makan malam gala sebagai bagian dari KTT G7, di Evian, Prancis timur, Selasa (16/6/2026). Foto: Ludovic Marin/Pool via REUTERS

Namun, Trump disebut berpandangan bahwa isu tersebut kini perlu kembali menjadi prioritas diplomasi AS.

Kepada AFP, Lee juga mengatakan dirinya menyampaikan kepada Trump bahwa sanksi dan tekanan terhadap Korea Utara tidak lagi efektif.

"Saya mengatakan kepadanya bahwa sanksi dan tekanan (terhadap Korut) tidak efektif," ungkapnya.

Ia menilai efektivitas sanksi telah menurun akibat kerja sama militer antara Korea Utara dan Rusia dalam perang di Ukraina.

“Bahkan sedikit bantuan dari Rusia sangat membantu Korea Utara,” ujar Lee.

Buka sumber asli