News Berita

Upaya Tim SAR Temukan Korban Meninggal Erupsi Gunung Dukono

Upaya Tim SAR Temukan Korban Meninggal Erupsi Gunung Dukono #newsupdate #update #news #text

Upaya Tim SAR Temukan Korban Meninggal Erupsi Gunung Dukono
Tim SAR gabungan membawa kantong berisi jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO
Tim SAR gabungan membawa kantong berisi jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO

Tim SAR gabungan menemukan satu korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara. Korban bernama Enjel ditemukan tertimbun material vulkanik sekitar 50 meter dari bibir kawah.

Sementara itu, pencarian terhadap dua korban lainnya masih terus dilakukan. Polisi juga menyelidiki dugaan kelalaian porter dan pemandu pendakian yang membawa rombongan masuk ke area berbahaya saat aktivitas vulkanik masih tinggi.

1 Korban Meninggal Erupsi Gunung Dukono Ditemukan: WNI Bernama Enjel

Tim SAR menemukan satu korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono. Korban merupakan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Enjel.

“Enjel berhasil ditemukan oleh Tim Gabungan di areal Gunung Dukono jarak kurang lebih 50 meter dari bibir kawah Gunung Dukono dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ucap Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, Sabtu (9/5).

Erlichson menambahkan, saat ini proses evakuasi korban sedang berlangsung. Tim SAR akan membawa korban ke pos pemantauan Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.

“Tim SAR Gabungan juga masih melakukan pencarian terhadap dua korban lainnya yang sampai saat ini belum ditemukan,” pungkasnya.

Cerita Pemandu Lihat 2 Korban Tertimpa Batu Besar Saat Erupsi Gunung Dukono

Satreskrim Polres Halmahera Utara memeriksa seorang pemandu pendakian Gunung Api Dukono. Ia merupakan memandu para pendaki saat gunung tersebut erupsi, yang mengakibatkan 3 orang pendaki tewas dan belum dapat dievakuasi hingga saat ini.

Tim SAR gabungan membawa kantong berisi jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO
Tim SAR gabungan membawa kantong berisi jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO

“Saya melihat mereka berdua tertimpa batu besar, kalau Enjel saya sudah tidak perhatikan,” ucap pemandu tersebut saat ditanya polisi.

Pemandu itu mengaku melihat langsung di atas bahu korban ada batu besar dan batu tersebut sangat panas karena baru itu terlempar saat erupsi. Pemandu itu sempat berlindung di batu besar tepat berada di atas bahu para korban, karena banyak batu yang terlempar saat erupsi.

“Batu besar sekali Pak, walaupun saya tidak mengecek denyut nadi, 100 persen saja jamin meninggal Pak, karena saya berdiri pas di depan korban,” ungkapnya kepada polisi.

Drone Thermal Brimob di Balik Ditemukannya 1 Korban Meninggal Erupsi Dukono

Satu korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono ditemukan pada Sabtu (9/5). Lokasi korban diketahui berkat drone thermal yang dikerahkan oleh Brimob Polda Maluku Utara.

"Tim evakuasi yang mencapai puncak memonitor satu korban dalam kondisi tertimbun abu vulkanik dan batuan di titik koordinat yang diberikan tim drone," kata Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, Sabtu (9/5).

Data koordinat dari drone thermal milik polisi itu langsung diteruskan ke BPBD Halmahera Utara dan Tim SAR Gabungan di Posko Mamuya. Berbekal petunjuk dari udara, tim darat bergerak cepat menyusuri jalur ekstrem menuju lokasi yang terpantau drone.

"Setelah kabut mulai menipis, drone kami menangkap anomali panas di bibir kawah. Koordinat itu langsung kami teruskan ke BPBD dan Basarnas agar segera ditindaklanjuti tim darat," kata Danki Kompi 1 Yon A Pelopor Brimob Polda Maluku Utara, Iptu Thilio Bintang Onasis.

Petugas duduk di dekat kantong jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono di dalam mobil ambulans di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO
Petugas duduk di dekat kantong jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono di dalam mobil ambulans di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO

Erupsi Gunung Dukono: Polisi Selidiki Porter yang Bawa Pendaki

Polres Halmahera Utara, Maluku Utara, melakukan penyelidikan terkait meninggalnya warga negara asing (WNA) asal Singapura akibat insiden erupsi Gunung Dukono pada Jumat (8/5).

"Sedang didalami. Jika terbukti ada kelalaian yang menyebabkan korban jiwa, oknum porter dan pemandu bisa dijerat pidana. Saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Kapolres Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu, Sabtu (9/5).

Erlichson menegaskan, pendakian ke Gunung Dukono saat berstatus Level II (Waspada) dilarang keras. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga telah menetapkan radius 3 kilometer dari kawah harus steril.

"Jika terbukti melanggar, oknum porter dan pemandu dapat dijerat Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," kata dia.

Tim SAR Temukan 2 Titik Diduga Lokasi Korban Erupsi Gunung Dukono

Tim SAR menemukan dua titik diduga sebagai lokasi korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara. Sebelumnya Tim SAR telah menemukan satu jenazah korban dari tiga orang yang dilaporkan meninggal dunia akibat erupsi tersebut.

"Usai menemukan korban pertama, tim SAR gabungan juga mendapati dua titik timbunan material pasir dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan korban. Dua titik tersebut diduga kuat berkaitan dengan dua korban lain yang masih dalam pencarian," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu (9/5).

Namun, dua titik itu belum dilakukan penyisiran. Sebab Tim SAR memprioritaskan untuk mengevakuasi jenazah pertama pada hari ini karena faktor cuaca.

"Tim SAR gabungan memutuskan untuk memprioritaskan evakuasi korban pertama dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel di lapangan. Selain kondisi cuaca yang mulai gelap menjelang sore, aktivitas vulkanik Gunung Dukono juga masih terpantau tinggi," tutur Abdul.

Buka sumber asli