Untuk Pertama Kali dalam Hampir 2 Pekan, AS Tak Serang Iran
AS Tak Serang Iran untuk Pertama Kalinya dalam Hampir 2 Pekan #newsupdate #news #update #text

Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya menghentikan serangan terhadap Iran selama 13 malam berturut-turut, meski perang justru mulai meluas ke kawasan lain.
Militer AS menyatakan blokade laut terhadap Iran tetap diberlakukan penuh dan tidak menjelaskan alasan penghentian rangkaian serangan selama hampir 2 pekan tersebut.
Dalam unggahan di akun X, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan hingga Sabtu (25/7) mereka telah mengalihkan 12 kapal dagang yang mencoba menerobos blokade, melumpuhkan dua kapal yang tidak mematuhi peringatan, serta memeriksa dua kapal lainnya untuk memastikan kepatuhan.
CENTCOM juga menyebut pasukan AS telah memeriksa kapal tanker berbendera Komoro M/T Charminar di Laut Arab dan melumpuhkan kapal tanker berbendera Mozambik M/T Lavine di Teluk Oman setelah awak kapal berulang kali berupaya melanggar blokade menuju Iran.
"Pasukan Amerika Serikat tetap berada dalam kondisi siaga tinggi, fokus, mematikan, dan siap bertindak," tulis CENTCOM.
Seorang pejabat senior pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan Washington tetap membuka peluang diplomasi meski mempertahankan tekanan terhadap Iran.
"Presiden Trump selalu menegaskan bahwa pilihannya adalah diplomasi, tetapi ia juga telah menunjukkan apa yang akan terjadi jika Iran tidak datang ke meja perundingan dengan sungguh-sungguh," kata pejabat tersebut, dikutip Reuters.
Sementara itu, laporan The New York Times menyebut Trump untuk sementara membatalkan rencana memperluas serangan karena khawatir konflik akan semakin meluas.
Selain itu, perluasan serangan dikhawatirkan menguras persediaan senjata AS, mengganggu hubungan dengan sekutu di Teluk Persia, serta memicu gejolak pasokan energi dan ekonomi global.