News Berita

UI soal Pernyataan Viral 'Homoseksualitas Bukan Penyimpangan': Bukan Sikap Resmi

UI soal Pernyataan Viral 'Homoseksualitas Bukan Penyimpangan': Bukan Sikap Resmi #newsupdate #update #news #text

UI soal Pernyataan Viral 'Homoseksualitas Bukan Penyimpangan': Bukan Sikap Resmi
Ilustrasi Universitas Indonesia. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Universitas Indonesia. Foto: Shutterstock

Universitas Indonesia memastikan pernyataan BEM Psikologi UI terkait "Homoseksualitas Bukan Penyimpangan" bukan sikap resmi dari pihak kampus.

"Rujukan akademik atas literatur keilmuan berbeda secara mendasar dari kampanye atau penyebaran gaya hidup. Universitas Indonesia tidak menyelenggarakan, tidak memfasilitasi, dan tidak mendukung kampanye penyebaran gaya hidup apa pun," demikian pernyataan Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Dr. Erwin Agustian Panigoro, M.M., pada Jumat (3/7).

Erwin memastikan, pihaknya menjamin lingkungan kampus bebas dari kekerasan dan intimidasi dari pihak mana pun.

"Universitas Indonesia menjamin lingkungan kampus yang bebas dari kekerasan, intimidasi, dan penyebaran data pribadi tanpa izin terhadap seluruh warganya," tulis UI.

UI juga menyatakan akan terus memperkuat mekanisme koordinasi terhadap materi komunikasi yang menggunakan identitas kelembagaan agar selaras dengan aturan dan nilai-nilai universitas.

Sebelumnya, BEM Psikologi UI menyatakan masih banyak masyarakat yang menganggap homoseksualitas sebagai bentuk penyimpangan. Namun, menurut BEM Psikologi UI, pandangan tersebut tidak sejalan dengan perspektif psikologi modern.

Dalam pernyataannya, BEM Psikologi UI mengutip sikap resmi American Psychological Association (APA) sejak 2008. APA menyebut tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan homoseksualitas merupakan gangguan mental maupun bentuk penyimpangan.

Pernyataan itu merujuk pada konsensus ilmiah yang telah lama dianut berbagai organisasi profesi psikologi di dunia.

Unggahan tersebut viral dan menuai beragam respons. Setelah viral, pihak BEM Psikologi UI menghapus unggahan itu pada Selasa (1/7).

Buka sumber asli