UGM Terjunkan 8.178 Mahasiswa KKN, 175 Mahasiswa Bertugas di Papua
Sebanyak 8.178 mahasiswa UGM diterjunkan dalam program KKN-PPM 2026 di 32 provinsi. 175 mahasiswa akan menjalankan pengabdian di berbagai wilayah Papua. #publisherstory #pandanganjogja

Universitas Gadjah Mada (UGM) menerjunkan 8.178 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) periode 20 Juni hingga 8 Agustus 2026.
Pelepasan peserta KKN digelar di Lapangan Pancasila UGM, Jumat (19/6), dan dihadiri Rektor UGM Ova Emilia serta Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza.
Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Rustamadji, mengatakan mahasiswa akan menjalankan KKN di 32 provinsi di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak tujuh tim atau sekitar 175 mahasiswa akan bertugas di Papua.

Mahasiswa KKN UGM di Papua akan ditempatkan di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Raja Ampat, Biak Numfor, dan Manokwari.
Menurut Rustamadji, lokasi tersebut dipilih karena masih menghadapi tantangan ketahanan pangan dan adanya permintaan dari pemerintah daerah setempat.
“Yang pertama yang kami cari adalah yang Pemda membutuhkan dan memang bersurat ke kami. Yang kedua adalah wilayah-wilayah yang memang selama ini kita sudah ada di sana,” kata Rustamadji kepada awak media di sela pelepasan mahasiswa KKN, Jumat (19/6).
Ia menambahkan, aspek keamanan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan KKN tahun ini.
UGM juga bekerja sama dengan Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama), pemerintah daerah, dan masyarakat setempat untuk mendukung pelaksanaan program di berbagai wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Salah satu tim KKN akan bertugas di Kampung Saribra, Pulau Bromsi, Distrik Aimando Padaido, Kabupaten Biak Numfor.
Tim tersebut dipimpin oleh Saraswati Baktiantoro yang mengaku telah mempersiapkan keberangkatan sejak September tahun lalu, mulai dari pembentukan tim hingga pencarian pendanaan.
“Ini adalah keinginan kita sendiri untuk mengabdi meskipun sempat dipindah oleh Bupati Biak Numfor pada akhirnya settle di satu tempat, yakni Kampung Saribra,” ujar Saraswati.
Timnya akan menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pengembangan UMKM, pariwisata partisipatif, dan infrastruktur hijau sesuai kebutuhan masyarakat setempat.