News Berita

Trump vs Kanselir Merz, Ketegangan AS-Jerman Imbas Perang Iran

Trump vs Kanselir Merz, Ketegangan AS-Jerman Imbas Perang Iran #newsupdate #update #news #text

Trump vs Kanselir Merz, Ketegangan AS-Jerman Imbas Perang Iran
Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, DC pada (3/3/2026). Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP
Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, DC pada (3/3/2026). Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam komentar Kanselir Jerman Friedrich Merz terhadap kebijakan AS dalam konflik Iran. Trump berdalih serangan ke Teheran bertujuan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Komentar Trump pada Selasa (28/4) menjadi kritik terbaru terhadap sejumlah pemimpin Eropa dan NATO yang enggan mendukung serangan AS bersama Israel ke Iran. Sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman, juga menolak ikut serta dalam serangan tersebut.

“Kanselir Jerman Friedrich Merz berpikir tidak masalah jika Iran memiliki senjata nuklir. Dia tidak tahu apa yang dibicarakannya. Bila Iran memiliki senjata nuklir, maka seluruh dunia akan tersandera,” ujar Trump melalui media sosialnya, seperti dikutip dari Al Jazeera.

“Saat ini saya melakukan sesuatu terhadap Iran yang seharusnya dilakukan setiap negara atau presiden sejak lama. Tidak heran Jerman menunjukkan kinerja buruk, baik di bidang ekonomi maupun lainnya,” sambungnya.

Jerman dikenal sebagai salah satu sekutu utama AS dan Israel. Namun, Merz melontarkan kritik tajam saat serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu, dengan menyebut tindakan tersebut tidak dipikirkan secara matang.

“Masalah dalam konflik seperti ini adalah Anda tidak hanya masuk, tetapi juga harus tahu bagaimana keluar. Kami sangat prihatin melihat apa yang terjadi di Afghanistan selama 20 tahun. Kami juga melihat hal serupa di Irak,” ujar Merz.

Pada 2025 lalu, Merz bahkan mengkritik Israel. Padahal, Jerman dikenal memiliki kebijakan luar negeri yang pro-Israel, termasuk sebagai salah satu pemasok senjata terbesar bagi negara tersebut.

Saat itu, Merz menyebut tindakan Israel membombardir Teheran sebagai langkah yang keliru.

Buka sumber asli