Tim Adidas Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Nike Tersingkir
Logo khas Nike, centang, dipastikan absen dari laga final Piala Dunia 2026 usai Argentina menumpas Inggris 2-0 di babak semifinal, Rabu (15/7).#bisnisupdate #bisnis #update #text

Logo khas Nike, centang, dipastikan absen dari laga final Piala Dunia 2026 usai Argentina menumpas Inggris 2-0 di babak semifinal, Rabu (15/7).
Pasalnya, Adidas menjadi pemasok seragam bagi kedua finalis, Argentina dan Spanyol.
Mengutip Reuters, Adidas mensponsori total 14 tim nasional di turnamen ini. Sementara tidak satu pun dari 12 tim Nike termasuk semifinalis Inggris dan Prancis berhasil lolos ke partai puncak.
Kedua perusahaan telah menggelontorkan investasi besar-besaran di turnamen sepak bola ini. Namun Nike sangat menggantungkan diri pada ajang ini untuk mendongkrak penjualan dan visibilitas di tengah upaya membalikkan keadaan, setelah pangsa pasarnya terus tergerus selama bertahun-tahun.
Bahkan gelaran Piala Dunia pun diperkirakan tak akan banyak mengubah lintasan Nike. Bulan lalu, perusahaan itu mengisyaratkan bahwa strategi kebangkitan yang dijalankan CEO Elliott Hill menghadapi hambatan besar.

Pelemahan persisten di China dan prospek yang hati-hati menutupi catatan pendapatan kuartal keempat 2025 yang sebenarnya sedikit di atas ekspektasi.
Saham Nike telah kehilangan hampir sepertiga nilainya tahun ini, seiring investor yang kian tidak sabar menunggu hasil kerja Hill.
"Ada isu yang lebih penting, seperti inovasi alas kaki, pengendalian inventaris, serta stabilisasi penjualan dan margin di China," kata analis Morningstar David Swartz.
"Adidas mendapat lebih banyak publisitas, tapi ya begitulah adanya," lanjut dia.
Juru bicara Nike mengatakan perusahaan selalu menginginkan atlet dan mitra federasinya melaju sejauh mungkin, tetapi 'visi kami untuk sepak bola tidak pernah terikat pada satu momen tertentu.'
Adidas menyebut final Piala Dunia sebagai 'momen kebanggaan' bagi perusahaan, namun menolak merinci proyeksi penjualan.
Keuntungan Besar bagi Adidas

Di luar sponsor tim nasional, Nike meluncurkan dua sepatu bola Mercurial baru menjelang Piala Dunia, bekerja sama dengan desainer street-wear lokal, dan menyegarkan perlengkapan sepak bola di lebih dari 5.000 gerai Nike dan grosir di seluruh dunia.
Kampanye Piala Dunia Nike bertajuk 'Rip the Script' yang dibangun di sekitar film yang menampilkan ikon sepak bola dan selebritas, dari striker Prancis Kylian Mbappe hingga bintang realitas Kim Kardashian berhasil meraih 1,5 miliar tayangan selama pekan pertama turnamen, kata Nike.
Saat kick-off, penjualan seragam tim nasional Nike terjual 2,5 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada Piala Dunia Qatar 2022. Namun Adidas, yang merupakan sponsor resmi Piala Dunia, adalah 'pemenang yang jelas' di pasar alas kaki dan pakaian olahraga, kata Drake MacFarlane, analis riset di M Science.
Momentum yang lebih kuat di AS dan Eropa membantu merek Adidas merebut pangsa pasar dari Nike pada kuartal kedua, ujarnya. Permintaan Piala Dunia memang memberikan dorongan, tetapi perbaikan Adidas melampaui sekadar ajang ini, sementara Nike terus menghadapi tekanan di Eropa.
Pangsa pasar alas kaki Adidas naik menjadi 19,2 persen pada Juni, dari 16,0 persen setahun sebelumnya, sementara Nike terus kehilangan pangsa pasar, menurut data M Science.
Pada April, eksekutif Adidas mengatakan perusahaan menerima pemesanan produk Piala Dunia sekitar 250 juta euro atau sekitar Rp 4,4 triliun (kurs Rp 17.986 per dolar AS) pada kuartal pertama dan memperkirakan jumlah yang sama pada kuartal saat ini.