News Berita

Tanggapi Julukan 'Jabar Barbar', KDM: Jawa Barat Provinsi Paling Terbuka

Tanggapi Julukan 'Jabar Barbar', KDM: Jawa Barat Provinsi Paling Terbuka #newsupdate #update #news #text

Tanggapi Julukan 'Jabar Barbar', KDM: Jawa Barat Provinsi Paling Terbuka
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menghadiri Diskusi Kecagarbudayaan dengan topik "Prasasti Batu Tulis dan Makuta Binokasih Sanghyang Pake", di Museum Pajajaran Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). Foto: Dok. Diskominfo Jabar
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menghadiri Diskusi Kecagarbudayaan dengan topik "Prasasti Batu Tulis dan Makuta Binokasih Sanghyang Pake", di Museum Pajajaran Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). Foto: Dok. Diskominfo Jabar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menanggapi munculnya istilah "Jabar Barbar" yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Menurutnya, julukan tersebut tidak mencerminkan kondisi masyarakat Jawa Barat yang selama ini dikenal terbuka dan toleran.

KDM mengatakan berbagai dinamika yang terjadi di Jawa Barat harus disikapi secara dewasa dan tidak dijadikan dasar untuk memberikan stigma negatif kepada seluruh masyarakat.

"Saya selalu melihat segala sesuatu yang berkembang itu kita tanggapi secara dewasa. Hari ini saya tegaskan orang Jawa Barat itu sudah sejak lama toleran," kata KDM usai menghadiri acara lepas sambut Kajati Jawa Barat di Gedung Pakuan, Selasa (2/6).

Menurutnya, jika terjadi konflik yang berkaitan dengan intoleransi, penyebab utamanya lebih banyak karena miskomunikasi di tengah masyarakat.

"Kalau ada konflik-konflik intoleransi lebih disebabkan karena miskomunikasi," ujarnya.

KDM juga menilai sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik sering kali tidak melibatkan warga asli Jawa Barat.

"Biasanya juga para pelaku intoleransinya bukan warga Jawa Barat yang asli. Kebetulan mereka menjadi urban di sini dan seringkali berkonflik dengan sesama urban lagi," katanya.

Ia menegaskan kondisi sosial di Jawa Barat saat ini semakin kondusif dan berbagai potensi konflik dapat diselesaikan melalui pendekatan dialog dan komunikasi.

KDM juga menyebut selama Jabar dipimpin oleh dirinya, konflik-konflik tersebut mulai redup.

"Sekarang setelah saya pimpin sudah makin redup. Insya Allah Jawa Barat provinsi yang terbuka," ucapnya.

KDM bahkan menyebut Jawa Barat sebagai salah satu daerah paling terbuka di Indonesia karena mampu menerima keberagaman masyarakat dari berbagai latar belakang.

"Provinsi mana yang seterbuka Jawa Barat? Tidak ada. Cuman Jawa Barat provinsi yang terbuka," tegasnya.

Menurut KDM, kehidupan masyarakat yang harmonis menjadi bukti bahwa stigma negatif terhadap Jawa Barat tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Ia mencontohkan tidak adanya konflik besar antar suku di Jawa Barat selama ini meski masyarakatnya berasal dari berbagai daerah.

"Pernah enggak ada konflik antar suku di Jawa Barat? Belum. Berarti ucapan itu sebenarnya terpatahkan dengan kehidupan masyarakat yang harmoni," katanya.

KDM menambahkan persoalan yang sesekali muncul terkait rumah ibadah selama ini juga dapat diselesaikan melalui pendekatan yang damai dan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

"Biasanya yang jadi sorotan adalah konflik rumah ibadah itu saja, konflik rumah ibadah itu bisa diselesaikan dengan pendekatan yang harmoni. Pendekatan yang biasanya ada konflik di lingkungan ada problem seperti itu dan selama ini juga selesai kan," tandasnya.

Buka sumber asli