Tak Cuma Mobil, di Masa Depan Diler BYD Akan Jual Robot
BYD ingin mengikuti jejak transformasi seperti Tesla, yang juga mengembangkan robot canggih di luar bisnis mobil listrik. #kumparanOTO

Ambisi BYD tak lagi sebatas industri otomotif, melainkan mulai merambah teknologi yang lebih luas. Pabrikan asal China itu kini mengincar pasar robot humanoid yang disebut bakal terintegrasi dengan ekosistem kendaraan mereka.
Berdasarkan laporan Carscoops, langkah ini menjadi sinyal bahwa BYD ingin mengikuti jejak transformasi seperti Tesla, yang juga mengembangkan robot canggih di luar bisnis mobil listrik. Bedanya, BYD disebut punya pendekatan berbeda dengan memanfaatkan jaringan diler yang sudah ada.

BYD melalui Executive Vice President, Li Ke, mengungkapkan bahwa perusahaan tengah mengembangkan robot humanoid mereka sendiri. Teknologi yang dipakai disebut memiliki kesamaan dengan sistem yang digunakan pada kendaraan listrik BYD saat ini.
“Robot tersebut nantinya akan berbagi teknologi dengan mobil kami, dan berpotensi dijual melalui jaringan diler BYD, tidak hanya di China tetapi juga di pasar global,” ujarnya.
Meski demikian, BYD belum mengungkap kapan robot humanoid ini akan diproduksi massal. Skema pengembangannya pun masih terbuka, termasuk kemungkinan bekerja sama dengan perusahaan robotik lain melalui platform terbuka.

Konsep kolaboratif ini dinilai bisa mempercepat proses pengembangan, mengingat industri robot humanoid membutuhkan pengalaman teknis yang sangat spesifik. Dengan menggandeng pemain yang sudah matang, BYD berpeluang menekan waktu dan biaya riset.
Fenomena robot humanoid sendiri bukan hal baru di China. Bahkan, sejumlah perusahaan teknologi telah menghadirkan robot dengan kemampuan yang dinilai lebih maju dibandingkan pengembangan di negara lain.
Awal tahun ini, lebih dari 100 robot humanoid ikut serta dalam ajang half marathon di China. Menariknya, robot tercepat yang dikembangkan oleh Honor mampu menyelesaikan lomba dalam waktu 50 menit 26 detik, hanya terpaut sekitar tujuh menit dari rekor manusia.

BYD pun bukan pemain pertama dari industri otomotif China yang masuk ke ranah ini. Sebelumnya, Chery melalui sub-brand AiMoga telah memperkenalkan robot humanoid bernama Mornine M1.
Robot tersebut memiliki tampilan menyerupai manusia dengan desain yang cukup kontroversial. Mornine M1 bahkan sudah dipasarkan dengan banderol mulai dari 285.800 yuan atau USD 41 ribu sekitar Rp 737 jutaan (kurs Rp 17.976 per dolar AS).

Saat kunjungan kumparanOTO ke Wuhu, China akhir Mei 2026 robot AiMoga sudah dipamerkan di sejumlah acara Chery.
Bahkan robot ini juga telah diserahkan ke polisi sebagai robot bantuan untuk menjadi polisi lalu lintas yang mengatur jalan hingga bisa menilang sejumlah pelanggaran.