Sugiono Tegaskan Prinsip Prabowo: Seribu Kawan Kurang, Satu Lawan Banyak
Menlu Tegaskan Prinsip Prabowo: Seribu Kawan Kurang, Satu Lawan Banyak #newsupdate #update #news #text

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan filosofi geopolitik Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi dinamika global yang kian kompleks dan tidak terprediksi.
Hal tersebut disampaikan Sugiono dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Rabu (22/4).
"Seperti yang kita ketahui bersama bahwa situasi dunia saat ini, situasi geopolitik, adalah merupakan situasi yang sangat tidak terprediksi," ujar Sugiono.
Ia menjelaskan bahwa kondisi global saat ini bahkan dalam beberapa kesempatan dinilai Presiden berada dalam fase yang berbahaya, dengan dinamika yang cepat dan berdampak luas.
"Kemudian, bahkan dalam beberapa kesempatan Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa situasinya adalah situasi yang bahaya. Dinamika yang terjadi sangat banyak dan begitu cepat, yang kemudian berimbas kepada tekanan-tekanan ekonomi global, krisis kemanusiaan di berbagai kawasan, dan fragmentasi dalam tata kelola global," lanjutnya.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, Sugiono menegaskan pentingnya Indonesia memperkuat posisi di panggung internasional dengan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif.
"Menghadapi situasi global seperti ini, saya kira merupakan sebuah keharusan bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam tata pergaulan dunia dengan prinsip-prinsip yang kita ketahui bersama merupakan tradisi politik luar negeri Indonesia, dengan prinsip-prinsip bebas aktif," katanya.

Ia juga menyinggung langsung filosofi yang kerap disampaikan Presiden Prabowo dalam diplomasi internasional.
"Kemudian juga seperti apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden, bahwa seribu kawan terlalu sedikit dan satu lawan terlalu banyak, yang kita arahkan untuk menjaga dan memperjuangkan kepentingan-kepentingan nasional," tandasnya.