Serba-serbi CFD Perdana di Rasuna Said, Jaksel
Serba-serbi CFD Perdana di Rasuna Said, Jaksel #newsupdate #update #news #text

Pemprov DKI Jakarta menggelar Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said, Jaksel, pada Minggu (10/5). Ini menjadi hari pertama CFD digelar di lokasi tersebut.
Kegiatan tersebut membuat suasana jalan yang biasanya penuh deru kendaraan menjadi berbeda. Jalur yang sehari-hari dipenuhi kendaraan kini berubah menjadi ruang terbuka bagi warga yang datang untuk berolahraga, berjalan santai, hingga sekadar menikmati suasana akhir pekan.
Sejak pagi, warga mulai mendatangi ruas jalan. Ada yang datang bersama keluarga sambil mendorong stroller anak, berlari kecil, hingga bersepeda menyusuri jalur yang membentang diapit gedung-gedung perkantoran dan lintasan LRT Jakarta.
Di beberapa titik, ibu-ibu tampak senam dengan iringan musik dari pengeras suara. Sementara di sisi jalan lainnya, sejumlah pelaku UMKM mulai membuka lapak sederhana menjajakan minuman dan makanan ringan untuk warga yang berolahraga.
Suasana lengang di jalan itu menghadirkan pengalaman berbeda bagi warga sekitar. Tidak sedikit yang mengaku antusias karena kini memiliki lokasi CFD yang lebih dekat dari tempat tinggal mereka.

Manda (34), warga Setiabudi, datang bersama adik dan anaknya untuk mencoba CFD perdana di Rasuna Said.
“Senang ya biasanya kan CFD cuma di sekitaran HI, Sarinah, sekarang mulai meluas ke Rasuna Said. Jadi lebih deket, tambah lebih deket lagi, explore-nya lebih banyak lagi sih gitu,” kata Manda.
Selama ini, ia rutin mengikuti CFD di kawasan Sudirman-Thamrin. Menurutnya, kehadiran CFD di Rasuna Said membuat pilihan ruang publik untuk warga Jakarta menjadi semakin luas.
“Kalau untuk meluasnya sih, ya bagus karena jadi polusinya makin berkurang gitu ya, makin terjangkau CFD-nya kawasannya,” ujarnya.
Rasuna Said Ingin Dijadikan Ikon Baru Jakarta

CFD Rasuna Said juga turut menjadi lokasi acara Pencanangan HUT ke-499 Jakarta. Dalam acara itu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan ingin menjadikan kawasan Jalan HR Rasuna Said menjadi ikon baru Jakarta.
Pramono menegaskan pemerintah provinsi sedang melakukan pembenahan besar-besaran di kawasan tersebut agar dapat menjadi wajah baru Jakarta. Kawasan Rasuna Said sebelumnya dipenuhi tiang monorel yang mangkrak, namun tiang-tiang itu kini sudah dirobohkan. Pemprov DKI kini tengah merapikan kawasan tersebut.
“Saya ingin menjadikan ini menjadi ikon baru Jakarta. Dan saya sengaja mengundang ketika belum selesai. Sebab kalau sudah selesai (baru) diundang, kelihatannya bagus semua,” tutur dia.
Ia mengaku sengaja menggelar kegiatan di lokasi yang masih dalam tahap perapian agar masyarakat dapat melihat langsung proses perubahan kawasan tersebut.
“Saya sengaja hari ini diadakan di sini karena memang belum selesai. Tapi saya meyakini bulan depan, wajah Jalan Rasuna Said ini akan berbeda sekali. Sekaligus ini terinspirasi dari sosok Hajjah Rangkayo Rasuna Said, tokoh Padang, pahlawan nasional kita. Saya berharap agar jalan ini nantinya menjadi ikon baru Jakarta,” kata Pramono.
Aksi Nyentrik ‘Tong Sampah’ di CFD Rasuna Said

Di antara keramaian CFD Rasuna Said, terdapat sekelompok anak muda dengan kostum nyentrik yang menarik perhatian pengunjung.
Mereka mengenakan pakaian warna-warni dengan kombinasi hijau, merah muda, kuning, ungu, dan berbagai warna lainnya. Sebagian memakai topi unik warna-warni, sementara lainnya tampil dengan rambut kribo. Wajah mereka dicat putih dengan tambahan perona pipi merah tebal serta alis yang dibentuk mencolok.
Dari kelompok tersebut, dua orang bahkan tampil dengan kostum menyerupai tong sampah. Mereka masuk ke dalam boks bertanda “organik” dan “anorganik”. Sementara yang lainnya menggantungkan berbagai jenis sampah sebagai properti, mulai dari botol plastik hingga limbah organik seperti batok kelapa.
Aksi ini merupakan bagian dari pertunjukan komunitas IKJ Mime yang diundang untuk mengisi kegiatan CFD sekaligus Deklarasi Gerakan Pilah Sampah di kawasan Rasuna Said.
“Kita dari komunitas IKJ Mime, kumpulan anak-anak IKJ, diundang oleh tim Gubernur (Pramono Anung) untuk meramaikan, untuk berekspresi. Jadi kita di sini tuh ada pilah sampah,” kata salah satu anggota mereka, Ahmad.
Menurut Ahmad, konsep pertunjukan ini dibuat untuk membantu masyarakat memahami jenis-jenis sampah melalui pendekatan yang ringan dan menghibur.
“Kita buat aktivasi buat anak kecil terutama ya. Kita kasih sampah jenisnya misal organik, ya kan ya. Dia nanti pilih mana, pasti nanti kita kasih tahu. Kalau misal dia yang kuning berarti bukan yang itu. Kita bilang “no no no no”. Kalau pas yang hijau baru kita “yeah” berarti dia benar. Ngasih tahu kayak gitu aja tapi dalam bungkusan happy, hiburan gitu,” jelasnya.
Anggota lainnya, Udin, menambahkan pesan utama dari aksi tersebut adalah menyederhanakan proses memilah sampah agar lebih mudah dilakukan masyarakat.
“Kalau pesannya mungkin, jadi buang sampah itu tidak dibikin sulit. Jadi dengan keberadaan kita kayak gini nih itu kita coba untuk menghantarkan bahwa memilah sampah itu nggak sulit, memilah sampah itu gampang. Bahkan, makanya kita membentuk diri kita ini jadi tong sampah. Kurang lebih sih pesannya itu sih,” kata dia.