News Berita

Serangan Rusia Tewaskan 27 Orang di Ukraina Jelang Usulan Gencatan Senjata

Serangan Rusia Tewaskan 27 Orang di Ukraina Jelang Usulan Gencatan Senjata. #newupdate #update #news #text

Serangan Rusia Tewaskan 27 Orang di Ukraina Jelang Usulan Gencatan Senjata
Para penyelamat bekerja di lokasi gedung apartemen yang terkena serangan rudal dan drone Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Dnipro, Ukraina, Sabtu (25/4/2026). Foto: Alina Smutko/REUTERS
Para penyelamat bekerja di lokasi gedung apartemen yang terkena serangan rudal dan drone Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Dnipro, Ukraina, Sabtu (25/4/2026). Foto: Alina Smutko/REUTERS

Sedikitnya 27 orang tewas akibat serangan Rusia di sejumlah wilayah Ukraina pada Selasa (5/5). Serangan terjadi hanya beberapa jam sebelum batas waktu usulan gencatan senjata tanpa batas dari Kyiv yang dijadwalkan mulai tengah malam.

Salah satu serangan paling mematikan terjadi di Zaporizhzhia, yang menewaskan sedikitnya 12 orang.

Ukraina Desak Gencatan Senjata Tanpa Batas

Rusia sebelumnya mengumumkan rencana gencatan senjata pada 8-9 Mei, bertepatan dengan peringatan kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Sebagai tanggapan, Ukraina mengajukan gencatan senjata tanpa batas waktu yang dimulai tengah malam Rabu (21.00 GMT), serta mendesak Moskow untuk merespons.

Presiden Volodymyr Zelenskiy menilai, penghentian serangan selama satu hari untuk parade militer Rusia bukanlah solusi.

Serangan Drone Rusia kembali terjadi menyasar sejumlah fasilitas di kota Dnipro, Ukraina, Rabu (15/4/2026),  Foto: Stringer/REUTERS
Serangan Drone Rusia kembali terjadi menyasar sejumlah fasilitas di kota Dnipro, Ukraina, Rabu (15/4/2026), Foto: Stringer/REUTERS

Serangan Disebut Terus Meningkat

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyebut, Rusia tidak menunjukkan tanda-tanda menghentikan serangan.

"Hanya beberapa jam sebelum usulan gencatan senjata Ukraina berlaku, Rusia tidak menunjukkan tanda-tanda bersiap untuk mengakhiri permusuhan. Sebaliknya, Moskow meningkatkan teror," kata Sybiha dikutip dari Reuters.

Rincian Serangan di Sejumlah Wilayah

Di Zaporizhzhia, serangan bom udara dan drone menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 20 lainnya, menurut Gubernur Ivan Fedorov. Sejumlah bangunan sipil, termasuk permukiman dan tempat usaha, mengalami kerusakan dan kebakaran.

Rekaman yang beredar menunjukkan api melalap kendaraan dan bangunan, dengan asap hitam tebal membubung ke udara. Petugas medis terlihat menangani korban luka di lokasi.

"Serangan sinis terhadap fasilitas di kota Zaporizhzhia: empat bom udara berpemandu. Setelah serangan itu, musuh dengan sengaja mulai menyerang lokasi tersebut dengan drone Shahed (buatan Iran)," kata Sekretaris Dewan Kota Zaporizhzhia, Rehina Kharchenko.

"Untuk waktu yang sangat lama, petugas Layanan Darurat Negara dan layanan kota tidak dapat mendekati lokasi tersebut," tambah dia.

Sejumlah warga di pasar jalanan yang terkena serangan pesawat tak berawak Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Odesa, Ukraina,  (12/2/2026). Foto: Nina Liashonok /REUTERS
Sejumlah warga di pasar jalanan yang terkena serangan pesawat tak berawak Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Odesa, Ukraina, (12/2/2026). Foto: Nina Liashonok /REUTERS

Di Kramatorsk, tiga bom udara dilaporkan menewaskan enam orang dan melukai 12 lainnya.

Sementara di Dnipro, serangan Rusia menewaskan sedikitnya empat orang, meskipun pejabat setempat menyebut tiga korban tewas dan 16 luka-luka, empat di antaranya dalam kondisi serius.

"Ini adalah serangan teroris yang benar-benar sinis dan tidak masuk akal, tanpa makna militer sama sekali," tulis Zelenskiy.

"Serangan Rusia semacam itu terhadap kota dan desa kita tidak berhenti satu hari pun," tambah dia.

Serangan lain di wilayah Poltava menewaskan lima orang, sementara di Sumy menyebabkan enam orang terluka.

Seorang petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi pasar Barabashovo yang terkena serangan pesawat nirawak Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kharkiv, Ukraina, 1 Oktober 2025. Foto: REUTERS/Sofiia Gatilova
Seorang petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi pasar Barabashovo yang terkena serangan pesawat nirawak Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kharkiv, Ukraina, 1 Oktober 2025. Foto: REUTERS/Sofiia Gatilova

Serangan Balasan ke Wilayah Rusia

Di sisi lain, serangan pesawat tak berawak Ukraina di wilayah Chuvashia, Rusia, dilaporkan menewaskan dua orang, menurut kantor berita TASS.

Pejabat di Krimea yang dikuasai Rusia menyatakan sistem pertahanan udara berhasil menahan serangan drone Ukraina. Kementerian Pertahanan Rusia menyebut, 93 drone dicegat dalam periode tujuh jam.

Buka sumber asli