Serangan Bom di Thailand Tewaskan 5 Tentara
Serangan Bom di Thailand Tewaskan 5 Tentara #newsupdate #news #update #text

Sedikitnya lima tentara Thailand tewas dalam serangan bom dan tembakan di sebuah pos pemeriksaan di Provinsi Narathiwat, Thailand selatan, Rabu (22/7) malam.
Dikutip dari AFP pada Kamis (23/7), insiden ini menjadi salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di wilayah yang dilanda konflik separatis.
Militer Thailand mengatakan para penyerang melepaskan tembakan dan melempar bom pipa ke arah personel Task Force Ranger Regiment 45 yang sedang bertugas menjaga keamanan warga di Pos Bukeh Sami.
"Mereka gugur ketika para penyerang melepaskan tembakan dan melempar bom pipa ke Pos Bukeh Sami saat sedang bertugas melindungi warga setempat," kata militer Thailand dalam keterangannya.
Selain lima tentara yang tewas, enam warga sipil turut mengalami luka-luka, termasuk seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang mengalami cedera di bagian kaki, menurut otoritas Narathiwat.

Rekaman CCTV yang diunggah pemerintah daerah memperlihatkan enam orang berpakaian hitam menggunakan sebuah mobil pikap hitam yang diduga digunakan dalam penyerangan.
Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab dan belum ada pelaku yang ditangkap.
Wilayah Narathiwat merupakan salah satu dari tiga provinsi mayoritas Muslim di Thailand selatan yang telah dilanda konflik separatis sejak 2004. Konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 7 ribu orang.
Peneliti hak asasi manusia Amnesty International, Chanatip Tatiyakaroonwong, menilai serangan kali ini berbeda dari biasanya karena memakan korban jiwa dalam jumlah besar dan melukai warga sipil.

"Serangan di Thailand selatan umumnya menyasar aparat keamanan, tetapi insiden kali ini berbeda dari segi jumlah korban tewas dan adanya anak-anak yang terluka akibat baku tembak," ujarnya.
Militer Thailand menyampaikan penghormatan kepada para korban.
"Pengabdian dan pengorbanan mereka akan selalu dikenang dan dihormati dengan penghormatan setinggi-tingginya," kata militer.
Sementara itu, pemimpin oposisi Natthaphong Ruengpanyawut mengecam serangan tersebut dan mendesak pemerintah segera menangkap pelaku serta memberikan bantuan kepada para korban dan keluarga mereka.