News Berita

Senator AS Lindsey Graham Meninggal, Trump Kehilangan Salah Satu Sekutu Terdekat

Senator AS Lindsey Graham Meninggal, Trump Kehilangan Salah Satu Sekutu Terdekat. #newsupdate #update #news #text

Senator AS Lindsey Graham Meninggal, Trump Kehilangan Salah Satu Sekutu Terdekat
Senator AS, Lindsey Graham. Foto: STEFANI REYNOLDS/POOL/AFP
Senator AS, Lindsey Graham. Foto: STEFANI REYNOLDS/POOL/AFP

Senator Amerika Serikat dari Partai Republik, Lindsey Graham, meninggal dunia pada usia 71 tahun. Kabar duka itu diumumkan kantor Graham pada Minggu (12/7) waktu setempat.

Dalam pernyataannya, kantor Graham menyebut sang senator wafat setelah "sakit singkat dan mendadak". Sejumlah media Amerika Serikat melaporkan, petugas medis sempat mendatangi kediamannya di Capitol Hill, Washington, menyusul laporan dugaan serangan jantung pada Sabtu malam.

Kepergian Graham menjadi pukulan bagi Presiden Donald Trump. Meski pernah menjadi pengkritik keras Trump pada pemilihan presiden 2016, Graham menjelma menjadi salah satu sekutu politik paling dekat dan berpengaruh di Senat.

Trump mengenang Graham sebagai sosok yang memiliki peran besar dalam perjuangan politik Partai Republik.

"Dia hebat. Dia unik dalam segala hal," kata Trump dikutip dari Reuters.

Presiden AS Donald Trump di Bandara Ankara, yang melakukan kunjungan resmi ke Turki menjelang KTT Kepala Negara dan Pemerintah NATO ke-36 di Ankara, Turki, pada 7 Juli 2026. Foto: Dogukan Keskinkilic/Pool via Reuters
Presiden AS Donald Trump di Bandara Ankara, yang melakukan kunjungan resmi ke Turki menjelang KTT Kepala Negara dan Pemerintah NATO ke-36 di Ankara, Turki, pada 7 Juli 2026. Foto: Dogukan Keskinkilic/Pool via Reuters

Trump mengatakan, dirinya menerima kabar kematian Graham pada Minggu pagi. Trump pun memerintahkan bendera AS diturunkan untuk menghormati Graham.

Meninggalnya Graham diperkirakan memengaruhi dinamika politik di Senat yang saat ini memiliki komposisi kursi yang ketat antara Partai Republik dan Demokrat.

Meski demikian, pertarungan memperebutkan kendali Senat pada pemilu November diperkirakan tidak banyak berubah karena Carolina Selatan selama ini merupakan basis kuat Partai Republik. Sesuai aturan di negara bagian tersebut, Gubernur Henry McMaster akan menunjuk senator sementara hingga pemilihan pengganti digelar.

Selama lebih dari dua dekade di Senat, Graham dikenal sebagai salah satu tokoh Republik paling vokal di bidang kebijakan luar negeri. Ia konsisten mendukung bantuan militer untuk Ukraina, menjadi pendukung kuat Israel, serta mendorong sikap keras Amerika Serikat terhadap Iran.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara kepada prajurit Ukraina saat upacara memperingati Hari Kemerdekaan Ukraina, di Kyiv pada Kamis (24/8/2023). Foto: Sergei Chuzavkov/AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara kepada prajurit Ukraina saat upacara memperingati Hari Kemerdekaan Ukraina, di Kyiv pada Kamis (24/8/2023). Foto: Sergei Chuzavkov/AFP

Ucapan Duka dari Zelensky hingga Netanyahu

Beberapa hari sebelum meninggal, Graham bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv untuk membahas penguatan pertahanan udara dan rancangan sanksi baru terhadap Rusia.

Zelensky menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Graham dan menyebutnya sebagai "pembela sejati kebebasan".

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga memberikan penghormatan dengan menyebut Israel kehilangan salah satu pendukung terbesarnya di Washington.

Senator AS, Lindsey Graham. Foto: OLIVIER DOULIERY/AFP
Senator AS, Lindsey Graham. Foto: OLIVIER DOULIERY/AFP

Karier politik Graham di tingkat nasional mulai menonjol saat menjadi salah satu manajer pemakzulan Presiden Bill Clinton pada akhir 1990-an. Ketika memimpin Komite Kehakiman Senat, ia turut mengawal pengesahan lebih dari 200 hakim federal, termasuk Hakim Agung Brett Kavanaugh, yang menjadi salah satu warisan penting pemerintahan Trump.

Perjalanan politik Graham dikenal karena perubahan hubungannya dengan Trump. Pada masa kampanye 2016, ia sempat menyebut Trump sebagai sosok yang dapat menghancurkan Partai Republik.

Namun, setelah Trump memenangkan pemilu, keduanya membangun hubungan politik yang erat dan Graham menjadi salah satu penasihat paling berpengaruh bagi presiden dalam isu pertahanan dan kebijakan luar negeri.

Buka sumber asli