News Berita

Selain Kelapa Sawit, Agrinas Palma Nusantara Ditugaskan Tanam Kedelai-Singkong

PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bakal ditugaskan untuk menanam kedelai, singkong, dan jagung.#bisnisupdate #update #bisnis #text

Selain Kelapa Sawit, Agrinas Palma Nusantara Ditugaskan Tanam Kedelai-Singkong
Ilustrasi Agrinas Palma Nusantara. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Agrinas Palma Nusantara. Foto: Shutterstock

PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bakal ditugaskan untuk menanam kedelai, singkong, dan jagung. Mereka selama ini hanya menanam kelapa sawit. Tujuannya untuk mendukung swasembada pangan dan energi.

Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Abdul Ghani, mengatakan penanaman kedelai dan jagung difokuskan untuk swasembada pangan.

Sementara singkong yang ditanam akan difokuskan untuk swasembada energi utamanya terkait etanol.

“Kemudian kami juga mengembangkan tanaman kedelai 400 ribu hektare. Kemudian singkong yang kita akan gunakan untuk etanol 300 ribu hektare, dan jagung 250 ribu hektare,” kata Ghani dalam rapat kerja Komisi VI dengan Agrinas Palma di Gedung Parlemen, Jakarta pada Senin (6/7).

Dalam paparannya, Agrinas Palma Nusantara akan mengelola lahan kedelai seluas 450 ribu hektare dengan produksi 1,2 juta ton.

Lalu lahan singkong 300 ribu hektare dengan produksi 7,5 juta ton, dan 250 ribu hektare lahan jagung dengan produksi 2,5 juta ton.

Produksi beberapa komoditas pangan itu merupakan target hingga tahun 2030.

Agrinas Palma Bidik Produksi Biodiesel 600 Ribu Ton

Ghani menjelaskan bahwa Agrinas Palma Nusantara di tahun 2030 membidik produksi 600 ribu ton biodiesel yang dapat memenuhi 2 sampai 5 persen kebutuhan dalam skenario B50.

Sementara untuk bioetanol, ia membidik produksi serta 185 ribu kiloliter bioetanol yang diperkirakan menyumbang 15–20 persen kebutuhan dalam skenario E10.

Untuk itu, ia juga menuturkan bahwa Agrinas Palma Nusantara akan melakukan reaktivasi pabrik biodiesel dan membangun pabrik bioetanol.

“Kami akan mengaktivasi fasilitas produksi biodiesel di Rengat, Riau 600 ribu hektare. Mudah-mudahan akhir tahun depan sudah bisa berproduksi, karena ini sebenarnya reaktivasi saja. Kemudian kami juga akan membangun pabrik yang mengolah singkong jadi bioetanol, pada tahun 2030 kapasitas produksinya (ditarget) 185 ribu,” ujarnya.

Sementara untuk kelapa sawit, Agrinas Palma Nusantara ditugaskan memperluas kebun kelapa sawit seluas 400 ribu hektare dengan total produksi CPO ditarget mencapai 1,8 juta ton dan minyak goreng 174 ribu ton.

Buka sumber asli