Saudi Aramco Kembali Angkut Minyak di Ras Tanura, Pasokan Global Melonjak
Saudi Aramco kembali memulai aktivitas pengangkutan minyak mentah pada hari Jumat (26/6) di terminal Ras Tanura.#bisnisupdate #update #bisnis #text

Saudi Aramco kembali memulai aktivitas pengangkutan minyak mentah pada hari Jumat (26/6) di terminal Ras Tanura di kawasan Teluk setelah terhenti selama hampir empat bulan.
Berdasarkan data pengapalan, eksportir minyak terbesar di dunia ini ikut serta dalam perlombaan pengiriman kargo di tengah harapan industri untuk kembali ke kondisi normal.
Mengutip Reuters, aktivitas pengangkutan minyak Saudi ini tetap berjalan meskipun sebuah kapal milik perusahaan Taiwan, Evergreen Marine (2603.TW), dilaporkan sempat dihantam oleh objek tidak dikenal di Selat Hormuz pada hari Kamis.
Para produsen minyak di Timur Tengah terus menggenjot produksi serta ekspor minyak dan gas menjelang kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan perang dan membuka kembali selat tersebut, jalur krusial di mana seperlima dari pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia biasanya melintas.
Dua kapal tanker raksasa (Very Large Crude Carriers/VLCC) yang dikendalikan oleh unit pelayaran Arab Saudi, Bahri, terlihat sedang memuat minyak mentah di Ras Tanura, pelabuhan minyak terbesar di dunia, sementara satu kapal lainnya menunggu di dekatnya. Setiap kapal VLCC tersebut mampu mengangkut hingga 2 juta barel minyak.
Saudi Aramco, yang menjadi salah satu produsen besar terakhir di Teluk yang melanjutkan ekspor dari dalam kawasan tersebut, belum dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar di luar jam kerja resmi.

Badan Angkatan Laut Inggris, UKMTO, sempat menangguhkan operasinya dalam mengawal kapal-kapal melewati selat setelah insiden serangan terhadap kapal kargo tersebut. Hal ini kembali memicu kekhawatiran mengenai apakah kesepakatan awal untuk mengakhiri perang Iran akan tetap bertahan.
Dua pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Iran telah menembaki kapal kargo tersebut. Sementara itu, Otoritas Selat Teluk Persia Iran yang dibentuk Teheran untuk mengelola izin pelayaran kapal melewati selat menyatakan bahwa kapal-kapal yang berlayar di luar rute yang telah ditentukan tidak akan dijamin jaminan keselamatan jalurnya.
Pelabuhan Ras Tanura

Ras Tanura terletak di pantai timur Arab Saudi di kawasan Teluk dan berada di sebelah barat Selat Hormuz. Sebelum konflik terjadi, pelabuhan ini biasa mengekspor lebih dari 5 juta barel per hari (bpd) minyak mentah. Kilang domestik terbesar di negara itu yang berkapasitas 550.000 bpd juga berlokasi di Ras Tanura, yang sempat ditutup selama perang sebagai langkah pencegahan keselamatan.
Berdasarkan data LSEG, Aramco terakhir kali memuat kargo dari pelabuhan Ras Tanura dengan tujuan China pada 8 Maret. Mereka terpaksa mengalihkan jalur ekspornya ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah setelah blokade Iran di selat tersebut selama perang melawan AS dan Israel mencegah kapal-kapal memasuki kawasan Teluk.
Perang ini telah menyebabkan ekspor minyak mentah Arab Saudi merosot tajam hingga berada di kisaran 4 juta bpd dalam tiga bulan terakhir, turun drastis dari angka di atas 7 juta bpd pada bulan Februari lalu.
Harga minyak mentah dunia merosot lebih dari USD 1 per barel pada hari Jumat setelah sempat merangkak naik akibat laporan serangan terhadap kapal kargo.
Tekanan dari sisi pasokan kian meningkat setelah pengiriman minyak mentah melewati selat tersebut melonjak minggu ini ke level tertinggi sejak konflik pertama kali pecah.
Saudi Aramco kemungkinan akan memangkas harga minyak untuk bulan Agustus secara tajam pada minggu depan seiring dengan semakin sengitnya persaingan antar-produsen.
Perusahaan minyak negara Irak (SOMO) dan Qatar mulai menerbitkan tender untuk menawarkan minyak mentah mereka, menyusul langkah serupa yang sudah diambil lebih dulu oleh Kuwait dan Uni Emirat Arab (UEA).
Iran juga bergegas memacu ekspornya setelah Washington mencabut sanksi ekonomi secara sementara. Dua VLCC kosong Natsumi dan Halti terlihat memasuki kawasan Teluk pada hari Jumat untuk mengangkut minyak Iran.
Di sisi lain, kapal-kapal tanker yang membawa minyak UEA terus melakukan transit melewati selat pada hari Jumat, dengan rincian dua VLCC bermuatan penuh terpantau keluar dari selat dan satu kapal menuju ke pelabuhan Zirku.
"Pasokan sebesar dua juta barel per hari kembali tersedia di pasar hanya dalam waktu tiga minggu, dan pemulihan ini tersebar merata di seluruh wilayah," kata Direktur Riset MENA (Middle East and North Africa) Rystad Energy, Aditya Saraswat. Ia menambahkan bahwa peta pasokan energi saat ini jelas-jelas menunjukkan perbaikan.
Lembaga konsultan tersebut kini memperkirakan bahwa kapasitas produksi yang sempat terhenti (shut-in) di seluruh kawasan Teluk telah menyusut ke angka 9,6 juta bpd pada pertengahan Juni, turun dari 11,7 juta bpd pada tiga minggu lalu.
Mereka memproyeksikan pasokan minyak di wilayah tersebut akan pulih sepenuhnya 100 persen pada akhir tahun ini.