News Berita

Roy Suryo Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel, Persoalkan Penggeledahan

Roy Suryo Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel, Persoalkan Penggeledahan #newsupdate #update #news #text

Roy Suryo Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel, Persoalkan Penggeledahan
Petugas kepolisian menggiring Roy Suryo (tengah) ke dalam gedung di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (22/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/Antara Foto
Petugas kepolisian menggiring Roy Suryo (tengah) ke dalam gedung di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (22/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/Antara Foto

Tersangka kasus isu ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo, mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia mempersoalkan penggeledahan yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya terhadapnya.

"Klasifikasi perkara: Sah atau tidaknya pelaksanaan upaya paksa penggeledahan," demikian dikutip dari SIPP PN Jakarta Selatan, Rabu (24/6).

Gugatan itu teregister dengan nomor perkara: 99/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL tertanggal 22 Juni 2026.

Pihak tergugatnya adalah Pemerintah RI cq Kapolda Metro Jaya cq Dirreskrimum Polda Metro Jaya cq Kasubdit Kamneg cq Tim Penyidik dan Pemerintah RI cq Jaksa Agung RI cq Jampidum pada Kejagung RI cq Kajati DKI Jakarta.

Sidang perdana praperadilan itu akan digelar pada Senin (29/6) mendatang.

Kasus Ijazah Jokowi

Roy Suryo ketika memperlihatkan salinan Ijazah Jokowi tahun 2014 dan 2019 yang diajukan ke KPU, ketika memenuhi wajib lapor terkait dugaan ijazah palsu Joko Widodo, di Polda Metro Jaya Jakarta Selatan, Rabu (11/2). Foto: Jeni Ritanti/kumparan
Roy Suryo ketika memperlihatkan salinan Ijazah Jokowi tahun 2014 dan 2019 yang diajukan ke KPU, ketika memenuhi wajib lapor terkait dugaan ijazah palsu Joko Widodo, di Polda Metro Jaya Jakarta Selatan, Rabu (11/2). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Perkara ini bermula dari laporan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atas dugaan fitnah dan penyebaran informasi palsu di media sosial terkait keaslian ijazah perguruan tinggi miliknya.

Dalam perkembangannya, penyidik Polda Metro Jaya sempat menetapkan total 8 orang tersangka yang dibagi ke dalam dua klaster berbeda.

Klaster pertama dijerat pasal penghasutan (Pasal 160 KUHP) yang terdiri dari Eggi Sudjana, Kurnia Tri Royani, Rizal Fadillah, Rustam Effendi, dan Damai Hari Lubis. Status tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis belakangan telah dicabut lewat SP3.

Sementara klaster kedua menjerat Roy Suryo, dr Tifa, serta Rismon Sianipar yang status tersangkanya juga dicabut usai menyelesaikan perkara lewat jalur restorative justice.

Roy Suryo dan dr Tifa sendiri dijerat dengan pasal berlapis mulai dari UU ITE Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 35 mengenai manipulasi dokumen elektronik, serta Pasal 433 dan Pasal 434 KUHP terkait pencemaran nama baik dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Petugas kepolisian menggiring Roy Suryo (kiri) dan Tifauzia Tyassuma (kanan) ke dalam gedung di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (22/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/Antara Foto
Petugas kepolisian menggiring Roy Suryo (kiri) dan Tifauzia Tyassuma (kanan) ke dalam gedung di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (22/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/Antara Foto

Kedua tersangka sempat ditangkap pada Jumat (19/6) pagi dan dilarikan ke RS Polri Kramat Jati karena kondisi kesehatannya menurun.

Kini penyidik Polda Metro telah melimpahkan Roy Suryo dan dr Tifa ke Kejari Jaksel untuk segera disidangkan. Usai pelimpahan dilakukan, mereka tak ditahan.

Buka sumber asli