Reza Rahadian Ungkap Hal Terandom Syuting Bareng Baim Wong
Reza Rahadian mengungkap kebiasaan tak terduga Baim Wong selama proses syuting. #kumparanHITS #newsupdate

Aktor Reza Rahadian membagikan pengalaman terlibat dalam produksi Tiger Wong Entertainment berjudul Semua Akan Baik-Baik Saja.
Reza menceritakan, banyak dinamika di balik layar saat bekerja di bawah arahan Baim Wong sebagai sutradara. Salah satunya adalah kebiasaan tak terduga Baim Wong selama proses syuting.
Baim Wong sering mengambil keputusan spontan yang membuat tim produksi dan para aktor harus bergerak ekstra cepat.
"Oh, ini yang paling random. Tadi Baim sudah sempat singgung sih. Baim itu bisa tiba-tiba enggak janjian sama orang lokasi syuting, dan ini kadang bikin orang lokasinya kaget. 'Hah? Kamera mau ke mana? Mau syuting di situ?' Itu kita harus ngobrol dulu, harus disiapin dulu, tapi dia tahu-tahu panggil saja, 'Ayo sini, sini, sini!'" ungkap Reza Rahadian kepada kumparan.

Meski mendadak dan berisiko, Reza justru melihat hal tersebut sebagai cara Baim untuk mendapat momen yang murni dan organik. Menurutnya, spontanitas seperti itu menghasilkan visual yang sulit direkayasa.
"Wah gila nih kalau sudah random, tapi It works. Akhirnya dia dapat momentum yang kayak gitu kita enggak bisa create. Artinya ada alasan kenapa momen itu jadi sangat bermakna untuk di-capture karena saking organiknya," tambah Reza.
Kerandoman Baim Wong ini menuntut kesiapan mental dan teknis dari kru yang terlibat.
"Ini shout out ke kru-krunya juga, DOP-nya Yuri Datau, artistic department-nya Alan, dan tim yang bekerja di lapangan itu memang bisa men-support hal-hal yang sangat spontan dari Baim. Karena ritme kayak gitu nggak bisa sembarangan tuh, harus cepat adaptif," jelas Reza.

Selain soal gaya penyutradaraan Baim, hal lain yang membuat film ini spesial bagi Reza adalah keberanian Baim menunjuk Alim, seorang anak dengan Down Syndrome, untuk memerankan karakter utama.
Reza mengaku sangat menghormati keputusan tersebut karena memberikan ruang bagi inklusivitas di industri perfilman Indonesia.
"Saya fully respect sama keputusan directorial-nya Baim untuk memberikan ruang di mana karakter ini dimainkan oleh anak dengan Down Syndrome, bukan aktor yang berperan sebagai anak dengan Down Syndrome. Itu satu keputusan yang luar biasa," puji Reza.
Menutup ceritanya, Reza berharap penonton bisa menyaksikan hasil kerja keras mereka yang penuh dengan momen ajaib dan organik tersebut.
"Buat teman-teman semua, jangan lupa saksikan film Semua Akan Baik-Baik Saja tanggal 13 Mei di bioskop-bioskop kesayangan kalian. Sampai ketemu!" tutup Reza.