News Berita

Putra Negosiator Hamas Tewas Akibat Serangan Israel ke Gaza

Putra Negosiator Hamas Tewas Akibat Serangan Israel ke Gaza #newsupdate #news #update #text

Putra Negosiator Hamas Tewas Akibat Serangan Israel ke Gaza
Negosiator Hamas Khalil Al-Hayya. Foto: Esa Alexander/REUTERS
Negosiator Hamas Khalil Al-Hayya. Foto: Esa Alexander/REUTERS

Putra negosiator utama Hamas dilaporkan tewas pada Kamis (7/5) di Jalur Gaza, Palestina. Pejabat senior Hamas Basim Naim mengatakan Azzam Al-Hayya meninggal setelah mengalami luka parah akibat serangan Israel pada Rabu (6/5) malam.

Azzam menjadi putra keempat Khalil Al-Hayya yang tewas dalam serangan Israel. Sebelumnya, tiga anak Hayya lainnya juga tewas dalam operasi militer Israel pada 2008, 2014, dan serangan di Doha, Qatar, tahun lalu.

Militer Israel belum memberikan komentar terkait laporan tersebut.

Sebelum kematian putranya diumumkan, Khalil Al-Hayya menuding Israel sengaja mencoba menggagalkan upaya mediator internasional untuk melanjutkan rencana perdamaian Gaza yang digagas Presiden AS Donald Trump.

"Serangan dan pelanggaran Zionis ini dengan jelas menunjukkan bahwa pendudukan tidak ingin mematuhi gencatan senjata maupun fase pertama kesepakatan," kata Hayya kepada AlJazeera.

Serangan terjadi saat para pemimpin Hamas dan faksi Palestina lainnya menggelar pembicaraan di Kairo, Mesir, bersama mediator regional dan utusan utama Board of Peace (BoP), Nickolay Mladenov.

Asap dan api membubung dari tempat penampungan Gath, yang menampung pengungsi Palestina, setelah serangan udara Israel di sebelah barat Khan Yunis, Jalur Gaza selatan pada Sabtu (31/1/2026). Foto: Bashar Taleb/AFP
Asap dan api membubung dari tempat penampungan Gath, yang menampung pengungsi Palestina, setelah serangan udara Israel di sebelah barat Khan Yunis, Jalur Gaza selatan pada Sabtu (31/1/2026). Foto: Bashar Taleb/AFP

Pembicaraan itu bertujuan mendorong implementasi fase kedua rencana Gaza yang mencakup penarikan pasukan Israel dari Gaza dan dimulainya rekonstruksi wilayah tersebut.

Namun isu perlucutan senjata Hamas masih menjadi hambatan utama dalam negosiasi. Hamas menyatakan tidak akan masuk ke pembahasan serius tahap kedua sebelum Israel memenuhi kewajiban fase pertama, termasuk menghentikan seluruh serangan di Gaza.

Menurut tenaga medis Palestina, sedikitnya 830 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata berlaku. Sementara Israel menyebut empat tentaranya tewas akibat serangan kelompok militan dalam periode yang sama.

Buka sumber asli