Presiden Jerman Sebut Indonesia Faktor Stabilitas Penting di ASEAN
Presiden Jerman Sebut Indonesia Faktor Stabilitas Penting di ASEAN #newsupdate #update #news #text

Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier menilai Indonesia merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara.
Menurut dia, Indonesia tidak hanya menyadari peran strategis tersebut, tetapi juga terus mengembangkannya melalui berbagai kerja sama internasional.
Hal itu disampaikan Steinmeier dalam konferensi pers bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (15/6).
"Dan Indonesia merupakan faktor stabilitas penting di dalam kawasan ASEAN. Dan kami melihat bahwa Indonesia tidak hanya yakin akan peran itu tapi makin mengembangkan peran pentingnya ini. Dan di samping politik keamanan, termasuk perlindungan lingkungan dan sebagainya, Indonesia bekerja sama dengan kami dengan sangat serius," kata Steinmeier.
Steinmeier juga berharap perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang telah berlangsung cukup lama dapat segera dituntaskan dan ditandatangani.
"Indonesia dan Jerman juga ada keinginan bersama untuk mengadakan kerangka yang baik untuk perdagangan dan ekonomi. Kami harap perjanjian Indonesia-Eropa CEPA itu yang perundingan terselesaikan sesudah waktu yang lama akhirnya juga ditandatangani. Dan dengan itu sampai 90 persen dari bea cukai ditiadakan. Dan kami juga di Jerman merasa tetap bertanggung jawab untuk segera meratifikasikan perjanjian ini," ujarnya.

Menurut Steinmeier, kesepakatan tersebut memiliki potensi besar dalam meningkatkan investasi dan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
"Dan perjanjian ini mengandung potensi yang sangat besar dan dengan itu dimungkinkan investasi baru dan juga memberi peluang bagi perusahaan kecil dan menengah dari Jerman untuk mereka dibuka jalan untuk mengadakan investasi di Indonesia, dan juga pertumbuhan ekonomi yang meningkat, dan kerja sama yang lebih erat antara perusahaan Jerman dan Indonesia di bidang inovasi dan riset," tandas dia.