Presiden Jerman Dijadwalkan Kunjungi Indonesia, Temui Prabowo Pekan Depan
Presiden Jerman Dijadwalkan Kunjungi Indonesia, Temui Prabowo Pekan Depan #newsupdate #update #news #text

Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Senin (15/6) mendatang. Dalam kunjungan tersebut, Steinmeier akan bertemu Presiden RI Prabowo Subianto untuk membahas penguatan hubungan bilateral kedua negara.
Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste mengatakan kunjungan tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis Jerman di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah.
"Dengan hormat kami ingin mengumumkan bahwa Yang Mulia Frank-Walter Steinmeier, Presiden Republik Federal Jerman, akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada hari Senin, 15 Juni di Jakarta," kata Beste dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Jerman, Jakarta, Jumat (12/6).
Menurut dia, Jerman memandang Indonesia sebagai mitra jangka panjang yang penting, terutama di bidang ekonomi, investasi, energi, digitalisasi, dan pertahanan.
"Kunjungan Presiden Federal Jerman ke Indonesia menegaskan pentingnya kemitraan strategis," ujar Beste.
Ia menjelaskan, kunjungan ini akan menjadi pertemuan pertama Steinmeier dengan Prabowo sejak dilantik. Meski demikian, Steinmeier bukan sosok yang asing dengan Indonesia karena sebelumnya pernah dua kali berkunjung saat masih menjabat Menteri Luar Negeri Jerman.

Selain bertemu Prabowo, Steinmeier dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta melalui Terowongan Silaturahmi. Presiden Jerman juga akan berdialog dengan para peneliti dan intelektual publik Indonesia mengenai perkembangan situasi global dan tantangan geopolitik dunia.
Dalam kunjungan tersebut, Steinmeier akan didampingi delegasi dari berbagai sektor, mulai dari logistik, mobilitas tenaga kerja, digital, hingga industri peralatan mesin. Delegasi budaya dan ilmuwan juga turut serta dalam rombongan.
Beste mengatakan Jerman saat ini tengah berupaya memperkuat kemitraan dengan negara-negara yang dinilai memiliki peran penting dalam tatanan global, termasuk Indonesia.
"Jerman melihat bahwa di tengah dunia yang berubah, kami perlu mendiversifikasi dan memperkuat kemitraan. Kekuatan menengah yang sedang tumbuh dan berkembang seperti Indonesia merupakan mitra kunci yang sangat penting bagi kami," kata dia.
Dalam bidang ekonomi, Jerman berharap hubungan perdagangan dan investasi dengan Indonesia dapat semakin meningkat. Saat ini, nilai perdagangan kedua negara mencapai sekitar 7 miliar dan menempatkan Jerman sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia di Eropa setelah Belanda.
Pemerintah Jerman juga menaruh harapan besar pada implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang diyakini dapat membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas bagi kedua pihak.
Selain ekonomi, kerja sama energi menjadi salah satu agenda yang akan dibahas. Jerman saat ini terlibat dalam pendanaan dan pengembangan proyek energi terbarukan di Indonesia melalui skema Just Energy Transition Partnership.
"Kami berupaya membantu pembiayaan dan pengembangan proyek energi terbarukan. Kami juga melakukannya secara bilateral, misalnya dengan mendukung pembangunan jaringan listrik di Sulawesi, serta mengembangkan proyek seperti mesin pembuat es tenaga surya yang mungkin pernah Anda dengar, yang memungkinkan nelayan memproduksi es untuk menjaga hasil tangkapan mereka secara berkelanjutan," ujar Beste.
Beste menutup pidatonya dengan alasan kunjungan Presiden Jerman datang ke Indonesia dengan membawa harapan untuk dapat memperluas hubungan baik yang telah dijalin Indonesia-Jerman sejak lama.
"Hubungan kami sangat baik, kami ingin lebih banyak lagi. Jadi kami ingin memperluas apa yang sudah kami miliki. Dan itulah alasan Presiden datang," tegasnya.