Prabowo Terima Presiden Belarusia, RI Bidik Kerja Sama Ketahanan Pangan
Prabowo Terima Presiden Belarusia, RI Bidik Kerja Sama Ketahanan Pangan

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarusia Alexandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7). Dalam pertemuan itu, Indonesia membidik penguatan kerja sama di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengatakan kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan setelah Prabowo mengunjungi Belarusia pada 15 Juli 2025 lalu.
Menurutnya, hubungan bilateral kedua negara kini memasuki tahap baru yang lebih intensif.
"Seperti kita ketahui, pada tanggal 15 Juli yang lalu, Presiden kita berkunjung ke sana dan dari pertemuan tersebut banyak potensi-potensi kerja sama bilateral yang ingin terus dikembangkan," kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/7).

Sugiono mengatakan, dalam pertemuan itu Indonesia dan Belarusia juga akan meluncurkan roadmap hubungan bilateral di berbagai sektor.
"Pada hari ini juga akan diluncurkan suatu roadmap hubungan bilateral di berbagai sektor antara Indonesia dengan Belarusia," ujarnya.
Menurut Sugiono, kerja sama di sektor ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama yang akan diperkuat, sejalan dengan program pemerintah.

"Kepentingan kita yang utama, karena ini juga sesuai dengan program Bapak Presiden terutama di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi, kerja sama yang lebih intensif di bidang ini juga akan dimantapkan. Beberapa produk pertanian dan khususnya bahan baku pupuk juga akan dikerjasamakan antara Belarusia dan Indonesia," kata dia.
Sugiono juga mengungkapkan forum bisnis Indonesia-Belarusia yang digelar sebelumnya menghasilkan potensi kerja sama senilai sekitar USD 500 juta atau sekitar 8,9 triliun rupiah.
"Kalau saya tidak salah laporannya itu USD 500 juta. Dan saya kira ini juga kedua presiden sepakat bahwa angka-angka yang ada, baik di bidang perdagangan maupun investasi, merupakan angka-angka yang perlu peningkatan untuk kemajuan kedua negara," ujarnya.