Prabowo Sebut RI-Jerman Sepakat Tingkatkan Volume Perdagangan dan Investasi
Prabowo telah bertemu Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (5/5). #bisnisupdate #update #bisnis #text

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia dan Jerman sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama ekonomi melalui peningkatan volume perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam konferensi pers bersama Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (5/5).
"Kami sepakat untuk terus meningkatkan volume perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan Indonesia juga menaruh perhatian besar terhadap penguatan hubungan dengan Eropa, termasuk percepatan penyelesaian perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
"Saya menekankan pentingnya hubungan Indonesia dan Eropa dan kami berharap perjanjian Indonesia-European Union CEPA bisa mencapai kesimpulan substantif. Kami berharap Jerman akan terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa sehingga dapat segera memberi manfaat konkret bagi dunia usaha di kedua negara," ujar Prabowo.
Prabowo menyebut sejumlah bidang yang menjadi fokus pengembangan kerja sama investasi antara lain transisi energi, hilirisasi industri, kendaraan listrik, hingga industri semikonduktor.
"Kerja sama dengan Jerman juga dilakukan melalui program CITA, Competitiveness Industrial Modernization and Trade Acceleration Program. Indonesia juga mengundang pihak Jerman untuk memperluas investasi di sektor-sektor yang penting di Indonesia," ungkap Prabowo.

"Contoh di bidang transisi energi, di bidang hilirisasi industri, di bidang kendaraan karena kita akan menuju kepada kendaraan listrik, serta pengembangan industri semikonduktor," tambahnya.
Selain itu, Prabowo juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi Jerman dalam pengembangan rantai pasok mineral kritis dan logam tanah jarang, serta pembangunan infrastruktur nasional.
"Kami juga mengundang Jerman untuk ikut serta dalam rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang juga dalam pengembangan infrastruktur kita," tutur Prabowo.