Porak-poranda Venezuela Diguncang Gempa Besar: Korban Tewas-Dampak Kerusakan
Porak-poranda Venezuela Diguncang Gempa Besar: Korban Tewas-Dampak Kerusakan. #newsupdate #update #news #text

Venezuela dilanda gempa bumi beruntun yang mengguncang wilayah pesisir utara negara itu pada Rabu (24/6) waktu setempat. Gempa pertama berkekuatan Magnitudo (M) 7,1 disusul gempa M 7,5 hanya sekitar 40 detik kemudian.
Rangkaian gempa tersebut memicu kepanikan, merobohkan sejumlah bangunan di Caracas, sempat memunculkan peringatan tsunami di kawasan Karibia, hingga membuat pemerintah menetapkan status darurat nasional. Seiring proses pencarian korban yang masih berlangsung, jumlah korban jiwa terus bertambah.
Gempa M 7,1 Picu Peringatan Tsunami
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa pertama berkekuatan M 7,1 berpusat di sekitar Valencia dengan kedalaman sekitar 13 kilometer. Guncangan terasa hingga Caracas dan sebagian wilayah Kolombia.
Sesaat setelah gempa terjadi, Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat mengeluarkan peringatan tsunami untuk Puerto Rico, Kepulauan Virgin Amerika Serikat, Kepulauan Virgin Britania Raya, serta pulau Aruba, Curaçao, dan Bonaire.
Namun setelah dilakukan evaluasi, ancaman tsunami dinyatakan telah berakhir.
Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat kemudian mencabut seluruh peringatan tsunami yang sebelumnya dikeluarkan.
Meski tidak memicu tsunami besar, gempa menyebabkan kepanikan. Sejumlah bangunan mengalami retak, kaca pecah, sementara listrik dan layanan internet sempat terganggu di beberapa wilayah.

Warga Berhamburan Keluar Rumah
Gempa terjadi ketika sebagian besar warga sedang berada di rumah karena Venezuela memperingati hari libur nasional.
Maria Romero (80), warga Caracas, mengatakan guncangan yang dirasakannya menjadi salah satu yang paling mengerikan sepanjang hidupnya.
"Gempa ini mengerikan, bahkan lebih buruk daripada gempa tahun 1967," kata Romero.
Di Valencia, seorang warga mengaku langsung menyelamatkan diri setelah melihat bangunan tempat tinggalnya mulai rusak.
"Begitu gempa berhenti, saya dan suami langsung mengungsi," ujarnya.

Kesaksian serupa disampaikan Astrid Ramirez yang berada di Caracas ketika gempa kedua mengguncang.
"Begitu gempa dimulai, kami mendengar orang-orang berteriak. Semua langsung berlari menuruni tangga," ujarnya.
Sementara Coro Martinez mengaku belum pernah mengalami guncangan sebesar itu.
"Terdengar suara benturan yang sangat keras. Barang-barang di rumah berjatuhan, termasuk kendi di dalam kulkas. Saya belum pernah mengalami hal seperti ini," katanya.

Gempa Susulan M 7,5 Perparah Kerusakan
Sekitar 40 detik setelah gempa pertama, wilayah yang sama kembali diguncang gempa berkekuatan M 7,5.
Pusat gempa berada sekitar 23 kilometer barat laut Yumare, tidak jauh dari kawasan kilang minyak utama Venezuela.
Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello membenarkan sejumlah bangunan roboh akibat gempa tersebut.
"Beberapa bangunan telah runtuh di Caracas, rumah-rumah juga ambruk," kata Cabello.
Video yang beredar memperlihatkan tim penyelamat mencari korban di antara reruntuhan gedung, sementara debu menyelimuti sejumlah kawasan ibu kota.
USGS bahkan memperingatkan gempa tersebut berpotensi menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta kerusakan yang meluas.

Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Melihat besarnya dampak bencana, pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional.
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodríguez mengatakan negaranya diguncang dua gempa besar yang diikuti lebih dari 20 gempa susulan.
"Kami ingin menginformasikan bahwa hari ini, sekitar pukul 18.00, terjadi dua gempa bumi secara berurutan. Yang pertama bermagnitudo 7,2, disusul gempa bermagnitudo 7,5. Hingga saat ini, sudah tercatat 20 gempa susulan," kata Rodríguez.
Pemerintah juga menutup sementara Bandara Internasional Maiquetia setelah mengalami kerusakan serius akibat gempa.
Kemlu Pastikan Seluruh WNI Selamat
Di tengah situasi tersebut, Kementerian Luar Negeri RI memastikan seluruh warga negara Indonesia di Venezuela berada dalam kondisi aman.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengatakan pemerintah terus memantau situasi melalui KBRI Caracas.
"Pemerintah Indonesia mengikuti dengan saksama perkembangan situasi pasca-gempa bumi yang mengguncang wilayah pesisir utara Venezuela," kata Heni.
Menurut Kemlu, terdapat tiga WNI yang saat ini berada di Venezuela.
"Pemerintah Indonesia melalui KBRI Caracas telah memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela, yakni sebanyak tiga orang, dalam kondisi aman, selamat, dan sehat," ujarnya.
KBRI juga memastikan gedung kedutaan maupun Wisma Duta tidak mengalami kerusakan berarti dan seluruh staf berada dalam kondisi selamat.

Korban Terus Bertambah
Seiring pencarian yang masih berlangsung, jumlah korban terus meningkat.
Pada pembaruan pertama, pemerintah Venezuela melaporkan sedikitnya 32 orang meninggal dunia dan lebih dari 700 lainnya terluka.
"Kami telah menerima laporan mengenai 32 kematian dan lebih dari 700 orang terluka," kata Rodríguez.
Namun, laporan terbaru yang dikutip Reuters menyebut jumlah korban meninggal telah meningkat menjadi 164 orang.
Tim penyelamat masih melakukan pencarian di berbagai lokasi yang terdampak paling parah, sementara sejumlah negara mulai menawarkan bantuan kemanusiaan.
Pemerintah Belanda, misalnya, menyiapkan bantuan sekitar 2 juta euro atau sekitar Rp 40,9 miliar untuk mengirim tim penyelamat, anjing pelacak, dan berbagai peralatan evakuasi ke Venezuela.