News Berita

Populer: Bandara Husein Sastranegara Ramai Peminat; Cari Mitra Bangun Industri

Populer: Bandara Husein Sastranegara Ramai Peminat; Cari Mitra Bangun Industri #bisnisupdate #update #bisnis #text

Populer: Bandara Husein Sastranegara Ramai Peminat; Cari Mitra Bangun Industri
Pesawat jenis ATR milik maskapai Wings Air mendarat di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Minggu (21/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Pesawat jenis ATR milik maskapai Wings Air mendarat di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Minggu (21/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Bandara Husein Sastranegara menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Selasa (7/7). Pernyataan Menperin RI terkait pembangunan industri juga jadi berita populer.

Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

6 Maskapai Disebut Tertarik Layani Penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara

Penumpang pesawat dari Kualanamu, Medan tiba di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Senin (25/4/2022). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
Penumpang pesawat dari Kualanamu, Medan tiba di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Senin (25/4/2022). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports tengah mempersiapkan optimalisasi operasional Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan kapasitas layanan penerbangan, baik domestik maupun internasional, yang meliputi pesawat jet, baling-baling, penerbangan niaga tidak berjadwal, hingga nonniaga. Persiapan tersebut mencakup pemenuhan persyaratan keamanan, keselamatan, dan pelayanan sesuai ketentuan Kementerian Perhubungan.

Arie Ahsanurrohim, Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, mengungkapkan pembahasan dengan sejumlah maskapai telah dilakukan dan hasilnya cukup positif. Tercatat, enam maskapai menyatakan minat untuk membuka penerbangan pesawat jet berjadwal dari Bandung.

Rute domestik yang diusulkan antara lain ke Bali, Balikpapan, Pontianak, Padang, Lampung, Pekanbaru, Kualanamu, Makassar, Palembang, dan Surabaya. Sementara itu, untuk rute internasional, terdapat usulan menuju Singapura, Kuala Lumpur, dan Johor Bahru di Malaysia.

Dalam upaya optimalisasi ini, Bandara Husein Sastranegara juga telah melakukan penambahan kendaraan Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) untuk meningkatkan kapasitas layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan. Selain itu, penambahan personel Aviation Security (Avsec) dan optimalisasi fasilitas keamanan seperti mesin x-ray, walkthrough metal detector, handheld metal detector, dan sistem CCTV juga telah dilaksanakan guna memenuhi standar keamanan penerbangan sipil. InJourney Airports menegaskan komitmennya untuk berkoordinasi dengan pemangku kepentingan guna menindaklanjuti permohonan rute-rute ini, memastikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Jawa Barat.

Menperin: RI Tak Lagi Cari Pembeli Bahan Mentah, tapi Mitra Bangun Industri

Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin), saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Selasa (5/5). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin), saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Selasa (5/5). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Forum Bisnis Indonesia-Rusia di Innoprom 2026 di Ekaterinburg, Rusia, menegaskan Indonesia kini berfokus mencari mitra untuk membangun industri melalui investasi, hilirisasi, dan transfer teknologi, bukan lagi sekadar mencari pembeli bahan mentah. Transformasi ini dianggap kunci untuk mencapai target Indonesia sebagai salah satu dari lima ekonomi terbesar dunia pada tahun 2045.

Sektor manufaktur menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, terbukti dengan pertumbuhan 5,04 persen pada kuartal I 2026, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,55 persen. Sektor ini juga menyumbang hampir seperlima Produk Domestik Bruto (PDB), lebih dari 83 persen nilai ekspor nasional, serta menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja. Hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia menunjukkan potensi peningkatan, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai USD 4,8 miliar pada 2025, naik 5,4 persen, dan ekspor Indonesia ke Rusia tumbuh 7,5 persen menjadi USD 1,8 miliar.

Peluang terbesar kolaborasi terbuka lebar di sektor hilirisasi mineral, di mana Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, serta sumber daya bauksit, timah, dan tembaga yang vital untuk industri kendaraan listrik dan baterai. Indonesia menawarkan kerja sama investasi mulai dari pembangunan smelter hingga fasilitas pemurnian dan industri bahan baku baterai, menjamin pasokan bahan baku bagi investor. Selain itu, pemerintah juga membuka peluang di bidang manufaktur, energi, petrokimia, otomotif, elektronik, tekstil, hingga perkapalan. Tujuan utama dari kerja sama ini bukan hanya peningkatan perdagangan, melainkan pembangunan basis produksi bersama yang dapat memperkuat daya saing kedua negara.

Buka sumber asli