News Berita

Politik Minyak Picu Separatisme, Alberta Tuntut Kemerdekaan dari Kanada

Politik Minyak Picu Separatisme, Alberta Tuntut Kemerdekaan dari Kanada #newsupdate #update #news #text

Politik Minyak Picu Separatisme, Alberta Tuntut Kemerdekaan dari Kanada
Para separatis Alberta berunjuk rasa di luar kantor Komisi Pemilihan Alberta sebelum menyerahkan petisi untuk memicu referendum tentang pemisahan diri dari Kanada di Edmonton, Alberta, Kanada, Senin (4/5/2026). Foto: Todd Korol/REUTERS
Para separatis Alberta berunjuk rasa di luar kantor Komisi Pemilihan Alberta sebelum menyerahkan petisi untuk memicu referendum tentang pemisahan diri dari Kanada di Edmonton, Alberta, Kanada, Senin (4/5/2026). Foto: Todd Korol/REUTERS

Kelompok separatis Alberta menuntut kemerdekaan dari Kanada. Mereka bahkan membawa kotak berisi petisi untuk menggelar referendum pemisahan diri dari Kanada, Senin (4/5).

Kerumunan pendukung kemerdekaan Alberta memenuhi kantor komisi pemilihan umum setempat. Mereka menyatakan lebih dari 30 ribu orang telah menandatangani dukungan untuk kemerdekaan dari Kanada.

Pemimpin separatis Alberta, Mitch Sylvestre, menegaskan jumlah tanda tangan itu cukup untuk memaksa otoritas Kanada menggelar referendum.

Para separatis Alberta berunjuk rasa di luar kantor Komisi Pemilihan Alberta sebelum menyerahkan petisi untuk memicu referendum tentang pemisahan diri dari Kanada di Edmonton, Alberta, Kanada, Senin (4/5/2026). Foto: Todd Korol/REUTERS
Para separatis Alberta berunjuk rasa di luar kantor Komisi Pemilihan Alberta sebelum menyerahkan petisi untuk memicu referendum tentang pemisahan diri dari Kanada di Edmonton, Alberta, Kanada, Senin (4/5/2026). Foto: Todd Korol/REUTERS

“Kami tak seperti bagian Kanada lainnya,” kata Sylvestre di depan para pendukungnya sembari mengibarkan bendera biru, seperti dikutip dari AFP.

“Kami 100 persen konservatif. Kami diperintah oleh kaum liberal yang tak sependapat dengan kami. Mereka mencoba menutup industri kami,” katanya, merujuk pada sektor minyak di provinsi tersebut.

Para separatis Alberta berunjuk rasa di luar kantor Komisi Pemilihan Alberta sebelum menyerahkan petisi untuk memicu referendum tentang pemisahan diri dari Kanada di Edmonton, Alberta, Kanada, Senin (4/5/2026). Foto: Todd Korol/REUTERS
Para separatis Alberta berunjuk rasa di luar kantor Komisi Pemilihan Alberta sebelum menyerahkan petisi untuk memicu referendum tentang pemisahan diri dari Kanada di Edmonton, Alberta, Kanada, Senin (4/5/2026). Foto: Todd Korol/REUTERS

Kelompok pro-kemerdekaan di Alberta umumnya berada di wilayah barat provinsi tersebut. Gerakan ini sudah ada sejak beberapa dekade lalu, tetapi baru mendapat momentum untuk mendorong referendum dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam jajak pendapat terakhir, sekitar 30 persen warga provinsi itu mendukung kemerdekaan dibanding tetap berada di Kanada.

Politik Minyak

Para separatis Alberta berunjuk rasa di luar kantor Komisi Pemilihan Alberta sebelum menyerahkan petisi untuk memicu referendum tentang pemisahan diri dari Kanada di Edmonton, Alberta, Kanada, Senin (4/5/2026). Foto: Todd Korol/REUTERS
Para separatis Alberta berunjuk rasa di luar kantor Komisi Pemilihan Alberta sebelum menyerahkan petisi untuk memicu referendum tentang pemisahan diri dari Kanada di Edmonton, Alberta, Kanada, Senin (4/5/2026). Foto: Todd Korol/REUTERS

Alberta bergabung dengan konfederasi Kanada pada 1905. Dalam seabad terakhir, ketidakpuasan terhadap pemerintah federal serta pemimpin di Ottawa dan Quebec memicu munculnya gerakan separatis di beberapa wilayah Alberta.

Kemarahan terhadap pemerintah pusat semakin meningkat ketika pada 1980, Perdana Menteri Kanada saat itu, Pierre Trudeau, memperluas kendali atas industri minyak di Alberta.

Salah satu kebijakan yang diambil Pierre Trudeau adalah menerapkan pajak pendapatan minyak di Alberta.

Pada masa kepemimpinan anak Pierre, Justin Trudeau, Kanada menjadikan agenda perubahan iklim sebagai prioritas. Kebijakan ini menuai kritik dari sebagian warga Alberta.

Buka sumber asli