News Berita

Polisi Johor Tangkap 4 Pelaku Penganiayaan ART WNI di Malaysia

Polisi Johor Tangkap 4 Pelaku Penganiayaan ART WNI di Malaysia #newsupdate #news #update #text

Polisi Johor Tangkap 4 Pelaku Penganiayaan ART WNI di Malaysia
Ilustrasi penganiayaan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
Ilustrasi penganiayaan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Polisi Johor, Malaysia, menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap seorang asisten rumah tangga (ART) warga negara Indonesia (WNI) setelah video insiden tersebut viral di media sosial.

Media Malaysia Newswav melaporkan empat tersangka yang terdiri dari dua pasangan suami istri itu ditangkap pada Sabtu (13/6) malam di sebuah rumah di kawasan Johor Bahru terkait penyelidikan kasus tersebut.

Kepala Polisi Johor Datuk Ab Rahaman Arsad mengatakan para tersangka berusia antara 30 hingga 34 tahun dan diduga tinggal serumah. Sementara dua tersangka perempuan diketahui merupakan saudara kandung.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah video beredar di media sosial yang memperlihatkan seorang perempuan yang diduga ART WNI dipukul dan dimaki oleh beberapa orang di dalam sebuah rumah di Johor Bahru.

Sebelumnya, narasi yang beredar menyebut korban diduga terekam kamera pengawas memukul anak majikannya, yang kemudian memicu aksi penganiayaan oleh empat orang tersebut.

Ilustrasi Polisi Malaysia. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Polisi Malaysia. Foto: Shutterstock

Polisi Johor mengungkapkan insiden yang terekam dalam video itu diduga sebenarnya terjadi pada Juli 2025 di kawasan Taman Johor, Johor Bahru Utara. Namun baru viral pekan ini.

"Kasus ini diduga melibatkan tiga pekerja rumah tangga dan terjadi pada 26 Juli tahun lalu. Video tersebut direkam oleh salah satu korban, tetapi baru viral kemarin. Motif kejadian masih kami selidiki," ujar Ab Rahaman Arsad pada konferensi pers, Minggu (14/6).

Sementara itu, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru mengonfirmasi korban saat ini berada di kediaman rekannya, seperti dikutip kantor berita ANTARA.

Dalam penyelidikan awal, polisi juga menemukan dugaan bahwa lebih dari satu pekerja rumah tangga menjadi korban dalam kasus tersebut. Polisi kini masih memburu saksi tambahan untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian.

Pihak berwenang Malaysia masih mendalami motif penganiayaan dan menelusuri kemungkinan adanya korban lain yang terkait dengan para tersangka.

Buka sumber asli