Polda Metro Ungkap Modus Hananiah Group yang Diduga Gelapkan Dana Umrah
Polda Metro Ungkap Modus Hananiah Group yang Diduga Gelapkan Dana Umrah #newsupdate #update #news #text

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkap modus dugaan penggelapan dana jemaah umrah yang dilakukan PT Hasanah Tama Internasional atau Hananiah Group.
Travel tersebut diduga menawarkan paket umrah dengan harga bervariasi melalui media sosial hingga akhirnya sejumlah jemaah gagal berangkat.
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannudin mengatakan, kasus ini bermula dari laporan polisi yang diterima SPKT Polda Metro Jaya pada 28 Mei 2026. Dalam penyelidikan, polisi menetapkan Direktur Utama PT Hasanah Tama Internasional berinisial ASFR sebagai tersangka.
“Modus operandi yang dilakukan tersangka, bahwa waktu kejadian pada bulan februari 2026, yang merupakan waktu pembayaran para jemaah umrah yang dijanjikan berangkat pada bulan Maret, April, Juni dan Juli tahun 2026,” kata Iman di Polda Metro Jaya, Selasa (2/5).
Menurut Iman, para korban awalnya mengetahui adanya penawaran perjalanan umrah melalui brosur yang diunggah di akun Instagram Hananiah Group.

Paket yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 29 juta hingga Rp 46 juta dengan sejumlah fasilitas.
“Korban mengetahui adanya penawaran ibadah umrah melalui brosur yang di posting di akun instagram dengan harga yang beragam, mulai dari 29-46 juta, berikut dengan berbagai fasilitas baik itu reguler, fasilitas premium, fasilitas vip hingga wisata ke beberapa negara,” ujarnya.
Namun, jemaah yang dijadwalkan berangkat pada Maret dan April 2026 ternyata tak kunjung diberangkatkan. Saat korban mempertanyakan kepastian keberangkatan, pihak manajemen disebut tidak dapat memberikan penjelasan terkait dana yang telah disetorkan.

Pada kesempatan yang sama, Iman juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih travel ibadah umrah.
“Maka juga kami mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam memilih travel umrah atau dalam memilih biro perjalanan ibadah ini. Jangan tertarik karena berbagai fasilitas yang ditawarkan begitu mudah dan banyak, sementara harga yang ditawarkan tidak sesuai atau mungkin jauh lebih murah. Biasanya itu harganya lebih murah, fasilitasnya lebih banyak atau mungkin ditawarkan perjalanan umrahnya bersama dengan tokoh tertentu atau dengan public figure tertentu, namun harganya cukup murah,” tutupnya.
Kasus ini masih ditangani dan dilakukan pendalaman oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Polisi juga membuka posko pengaduan bagi jemaah lain yang merasa menjadi korban.