News Berita

PLN Masih Butuh Batu Bara Kalori Sedang, Bahlil Bentuk Tim Pengadaan

Bahlil bakal berkoordinasi dengan PLN terkait kebutuhan batu bara tersebut. #bisnisupdate #update #bisnis #text

PLN Masih Butuh Batu Bara Kalori Sedang, Bahlil Bentuk Tim Pengadaan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan PT PLN (Persero) masih membutuhkan pasokan batu bara kalori menengah atau sedang untuk keandalan energi primer.

Bahlil mengungkapkan berdasarkan perintah Presiden Prabowo Subianto dalam rapat yang dilaksanakan kemarin malam, Minggu (14/6), pemerintah akan membentuk tim untuk mengamankan pasokan batu bara untuk PLN.

"Saya sudah minta untuk kita clear-kan untuk diprioritaskan, difleksibilitaskan, dan semalam sudah rapat diarahkan langsung oleh Bapak Presiden bahwa dalam rangka pengawasan energi primer agak tidak begini terus maka kita membentuk tim pengadaan PLN, Irjen, Dirjen Minerba, dan BPKP," ungkapnya saat ditemui di kompleks parlemen, Senin (15/6).

Dia menegaskan bahwa pasokan batu bara untuk energi primer adalah prioritas. Berdasarkan catatannya, kebutuhan batu bara untuk pembangkit PLN mencapai 154 juta metrik ton per tahun.

Dari total penugasan kepada perusahaan batu bara memasok kebutuhan dalam negeri melalui skema Domestik Market Obligation (DMO) dengan harga khusus USD 70 per ton, pemerintah mengamankan komitmen sebanyak 190 juta ton.

Sementara total pasokan batu bara dari perusahaan yang sudah terkonfirmasi sebesar 150-160 juta ton. Namun, yang baru terkontrak dengan PLN sebesar 134 juta ton.

"Artinya dari total kebutuhan PLN 154 juta yang sudah dikontrak 134 berarti kan tinggal kurang 20 yang belum dikontrakkan," ungkap Bahlil.

Untuk mengatasi hal tersebut, Bahlil mengaku sudah berdiskusi dengan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo beserta jajaran direksi, termasuk membahas kebutuhan batu bara kalori medium yang juga masih terkendala.

"Empat hari lalu saya memimpin rapat dengan Pak Darmo dan Direksi PLN kurang lebih sekitar 5 setengah jam untuk melakukan rekonfirmasi agar tidak terjadi persepsi ataupun diformasi yang terjadi multiinterpretasi," jelasnya.

Bahlil menyebutkan, masih ada kebutuhan pengadaan batu bara kalori sedang yang lebih mahal dan lebih sedikit pasokannya daripada kalori rendah. Dia mengakui kendala tersebut masih memerlukan solusi, sehingga butuh peran tim pengadaan.

"Saya harus akui bahwa PLN dalam 134 juta itu membutuhkan batu bara yang medium, yang kalorinya agak bagus. Sementara medium itu semakin hari semakin sedikit dan harganya juga murah. Kita bikin patok karena DMO USD 70," tutur Bahlil.

"Nah sementara Stripping Ratio-nya sudah ada angka 10-12. Jadi harga jual ke PLN itu untuk perusahaannya sudah tidak ada. Itulah yang menjadi trouble mereka," tambahnya.

Buka sumber asli