News Berita

Perubahan yang Dialami teman kumparanMOM Setelah Menjadi Ibu

Ada banyak perubahan yang dirasakan wanita saat menjadi seorang ibu. Berikut cerita teman kumparanMOM tentang perubahan yang mereka alami setelah menjalani peran sebagai ibu.

Perubahan yang Dialami teman kumparanMOM Setelah Menjadi Ibu
Ilustrasi ibu dan anak preremaja. Foto: Selfmade studio/Shutterstock
Ilustrasi ibu dan anak preremaja. Foto: Selfmade studio/Shutterstock

Menjadi seorang ibu adalah perjalanan baru yang membawa banyak perubahan dalam hidup seorang wanita. Selain menghadirkan kebahagiaan lewat kehadiran sang buah hati, peran baru ini tentunya juga diwarnai dengan berbagai tantangan.

Ada banyak perubahan yang dirasakan dalam diri seorang new mom. Salah satu yang paling terlihat adalah perubahan fisik. Setelah melalui masa kehamilan dan persalinan, tubuh membutuhkan waktu untuk pulih dan beradaptasi kembali.

Di sisi lain, banyak ibu turut merasakan perubahan emosional, mulai dari menjadi lebih sensitif, mudah cemas, hingga memiliki cara pandang baru terhadap kehidupan dan keluarga. Pengalaman semacam ini nyatanya juga dirasakan oleh sejumlah teman kumparanMOM.

Nah, kira-kira apa saja perubahan yang mereka alami sejak menjadi seorang ibu? Yuk, kepoin cerita selengkapnya di bawah ini!

Perubahan teman kumparanMOM Sejak Menjadi Ibu

Ilustrasi Ibu dan Anak Foto: polkadot_photo/Shutterstock
Ilustrasi Ibu dan Anak Foto: polkadot_photo/Shutterstock

Cerita pertama datang dari Mom Gita Putri (32), member teman kumparanMOM Hebat Squad 1. Saat pertama kali punya anak, ia mengaku sempat merasa nggak stabil secara emosional. Hal itu muncul karena dirinya masih bingung beradaptasi dengan tanggung jawab dalam merawat buah hati.

Seiring berjalannya waktu, Gita mulai bisa mengelola emosinya dengan lebih baik. Ia mengaku rutin mengikuti berbagai webinar dan kegiatan offline seputar parenting. Dari sana, ia belajar banyak hal yang membuatnya lebih tenang dan percaya diri dalam menjalani peran sebagai ibu.

"Seiring berjalannya waktu & belajar ikut webinar/offline, sekarang jadi lebih terkontrol emosinya dan jadi lebih 'kalem'," tuturnya.

Ilustrasi ibu dan anak. Foto: Shutterstock
Ilustrasi ibu dan anak. Foto: Shutterstock

Cerita berikutnya datang dari Mom Meliani, member teman kumparanMOM Squad 2. Menurutnya, menjadi seorang ibu terasa seperti "di-reset" ulang. Meski bentuk tubuhnya nggak mengalami banyak perubahan, cara berpikir dan prioritas hidupnya hampir sepenuhnya berubah.

Perubahan yang paling ia rasakan adalah soal jam tidur dan rutinitas sehari-hari. Sebelum memiliki anak, Meliani terbiasa tidur selama delapan jam, bangun dalam kondisi segar, melakukan rutinitas skincare, lalu memikirkan aktivitas yang ingin dilakukannya hari itu.

Namun, setelah menjadi ibu, rutinitas tersebut berubah total. Kini, waktu tidurnya jauh berkurang karena harus menyesuaikan kebutuhan sang anak. Saat bangun tidur pun, hal pertama yang terlintas di pikirannya bukan lagi dirinya sendiri, melainkan kebutuhan anak.

"Tidur 4 jam putus-putus, bangun udah kayak zombie, skincare cuma cuci muka doang, tapi otak langsung mikir 'adek udah makan belum ya?'" ujar Mom Meliani.

Bagi Meliani, kebahagiaan dan kebutuhan anak selalu menjadi yang nomor satu. Menurutnya, badan seorang ibu nggak apa-apa kurang terawat, asalkan anak tumbuh di lingkungan yang nyaman, aman, dan selalu bahagia.

Temukan beragam inspirasi parenting dari ribuan ibu di seluruh Indonesia, gabung komunitas teman kumparanMOM di kum.pr/mom4

Buka sumber asli