Pertamina Trans Kontinental Siapkan Strategi Hadapi Tekanan Kurs-Harga Minyak
Di tengah tekanan kurs dan harga minyak, Pertamina Trans Kontinental tetap menargetkan laba bersih sebesar Rp 1,04 triliun pada 2026. #bisnisupdate #update #bisnis #text

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menyiapkan strategi menghadapi tantangan bisnis pada 2026, yaitu pelemahan rupiah dan dinamika harga minyak mentah.
Plt Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, mengatakan tantangan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain menghadapi pelemahan rupiah, PTK juga tertekan dengan dinamika harga Indonesian Crude Price (ICP).
Eko menuturkan strategi perusahaan untuk meningkatkan laba dilakukan melalui dua cara, yaitu mendongkrak pendapatan (revenue) dan menekan biaya (cost).
“Kita akan coba meningkatkan revenue maupun laba kita semaksimal mungkin [dengan] tetap realistis nilai tukar dan ICP [yang] di luar kontrol kita, itu yang juga kita harus pertimbangkan,” kata Eko di sela-sela gelaran Coastal Cleanup di Pantai Tangkoko, Batuputih, Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Sabtu (18/7).

Eko menjelaskan, kenaikan harga minyak dunia mengerek kenaikan biaya operasional. Sehingga perusahaan berupaya agar pertumbuhan pendapatan lebih tinggi dibandingkan kenaikan biaya.
Selain itu, PTK juga berupaya untuk melakukan efisiensi pada pos-pos biaya yang dinilai masih bisa dihemat tanpa mengganggu operasional.
“Sehingga kegiatan untuk mencapai peningkatan revenue itu bisa kita lakukan, tapi dengan kesadaran akan biaya yang lebih baik. caranya budget reserve,” terangnya.

Penerapan Green Shipping
Dalam kesempatan yang sama, Eko juga membeberkan upaya green shipping yang dilakukan PTK dan manfaatnya terhadap kinerja perseroan.
Demi mengimplementasikan green shipping, PTK telah menggelontorkan anggaran yang cukup besar. Hanya saja menurut dia, tujuan PTK mengimplementasikan green shipping untuk mendukung target keberlanjutan, sehingga PTK lebih memprioritaskan terciptanya proses bisnis yang berkelanjutan.
“Di samping juga ada penghematan-penghematan yang bisa kita lakukan, yang kita kejar utamanya adalah berapa karbon yang kita bisa turunkan, emisi karbonnya, berapa energy saving yang bisa kita lakukan,” jelasnya.
Dalam mengimplementasikan green shipping, program pertama PTK adalah penerapan teknologi Dual Fuel LNG pada mesin induk kapal yang telah dijalankan sejak 2019.

Teknologi tersebut diterapkan pada kapal Transko Rajawali dan memungkinkan penggunaan gas alam cair (LNG) sebagai bahan bakar utama dengan dukungan High Speed Diesel (HSD) dalam proses pembakaran.
Kedua, pengembangan sistem shore connection yang dimulai pada 2022. Sistem yang telah diterapkan di Pelabuhan Plaju dan Pelabuhan Semarang itu memungkinkan kapal memperoleh pasokan listrik langsung dari darat (shore power) saat bersandar, sehingga tidak perlu mengoperasikan generator kapal.
Ketiga, implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang mulai dijalankan sejak 2021. Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan listrik kapal saat berlabuh maupun beroperasi, sekaligus mengurangi penggunaan generator dan konsumsi bahan bakar. Teknologi tersebut telah diterapkan pada sejumlah armada, di antaranya Transko Pari 01 dan FC Dwipangga.

Selanjutnya, PTK juga menyiapkan program pengembangan Battery Management System (BMS) yang ditargetkan mulai direalisasikan pada kuartal I 2027. Sistem ini akan mengelola penggunaan baterai sebagai sumber listrik cadangan yang dapat menggantikan fungsi generator saat kapal berlabuh.
Berdasarkan data PTK, beban emisi konsolidasi lingkup (scope) 1 dan 2 terus menurun dalam lima tahun terakhir, dari 182.683 ton CO2e pada 2021 menjadi 66.721 ton CO2e pada 2025. Dengan demikian, total emisi perusahaan telah berkurang sekitar 63,5 persen dibandingkan 2021.
Sebelumnya Eko menjelaskan PTK menargetkan laba bersih sebesar Rp 1,04 triliun pada 2026. Manajemen berharap realisasi laba bersih tahun ini dapat mencapai bahkan melampaui target tersebut.
Pada 2025, PTK mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,32 triliun meningkat dibandingkan Rp 1,08 triliun pada 2024 dan Rp 1,05 triliun pada 2023.