Pertama Kali, Orangutan Sumatera Terekam Pakai Jembatan buat Nyebrang Jalan Raya
Seekor orangutan jantan muda terekam memanjat jembatan tali dengan hati-hati untuk menyeberangi jalan raya. #kumparanSAINS

Seekor orangutan sumatera (Pongo abelii) untuk pertama kalinya terekam menggunakan jembatan buatan buat menyeberangi jalan raya. Temuan ini menjadi kabar penting bagi upaya pelestarian, karena menunjukkan solusi sederhana dapat membantu mencegah populasi satwa langka terpecah akibat fragmentasi hutan.
Rekaman tersebut diambil oleh organisasi asal Inggris, Sumatran Orangutan Society (SOS), bersama mitranya di Indonesia, Tangguh Hutan Khatulistiwa (TaHuKah). Dalam video, seekor orangutan jantan muda terlihat dengan hati-hati memanjat jembatan tali dan menyeberang di atas jalan.
Sebelumnya, primata lain seperti siamang dan lutung memang sudah diketahui menggunakan jembatan serupa. Namun, ini menjadi pertama kalinya orangutan sumatera melakukan hal tersebut.
“Selama dua tahun kami menunggu momen ini. Melihat orangutan muda ini menyeberang dengan percaya diri adalah tonggak penting dalam konservasi,” ujar Helen Buckland dari SOS, dikutip IFL Science.
Ia menambahkan, temuan ini membuktikan bahwa lanskap hutan yang terfragmentasi masih bisa disambung kembali dengan pendekatan sederhana seperti jembatan kanopi.
Jembatan tersebut dipasang di atas jalan Lagan-Pagindar di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Jalan ini menghubungkan masyarakat terpencil dengan fasilitas penting seperti sekolah dan rumah sakit, serta telah ditingkatkan pada 2023.
Namun di sisi lain, keberadaan jalan tersebut menciptakan penghalang yang membagi sekitar 350 populasi orangutan sumatera menjadi dua kelompok terpisah. Fragmentasi ini berisiko menyebabkan perkawinan sedarah (inbreeding) yang dapat melemahkan kelangsungan hidup mereka.
Pada 2024, TaHuKah membangun lima jembatan kanopi dengan desain berbeda untuk menyesuaikan kebutuhan berbagai spesies. Setiap jembatan hanya membutuhkan sekitar 200 meter tali dan dapat dipasang dalam waktu 4 hingga 5 hari. Selain itu, dipasang juga kamera jebak untuk memantau satwa yang memanfaatkannya.
Awalnya, kamera merekam tupai dan tupai raksasa hitam menggunakan jembatan tersebut. Kemudian disusul oleh berbagai primata seperti monyet ekor panjang, lutung sumatera, dan siamang. Kini, orangutan pun ikut memanfaatkannya.
Orangutan sumatera merupakan spesies kunci dalam ekosistem hutan. Populasinya diperkirakan kurang dari 14.000 individu di alam liar. Satwa ini menghabiskan lebih dari 90 persen waktunya di kanopi hutan dan dijuluki sebagai penjaga hutan karena perannya dalam menyebarkan biji dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Melihat orangutan menggunakan jembatan ini menjadi harapan besar bagi upaya konservasi. Penemuan ini menjadi bukti bahwa solusi sederhana dapat membawa dampak besar dalam menjaga kelestarian satwa langka dan habitatnya.