News Berita

Perkembangan Pembangunan IKN

Perkembangan Pembangunan IKN #newsupdate #update #news #text

Perkembangan Pembangunan IKN
Sejumlah pengunjung berjalan di depan Istana Negara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (21/3/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Sejumlah pengunjung berjalan di depan Istana Negara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (21/3/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono menyebut pembangunan tahap pertama IKN telah rampung dan kini memasuki tahap kedua. Pada fase selanjutnya, pembangunan difokuskan pada kawasan legislatif dan yudikatif.

Hal itu disampaikan Basuki saat menerima kunjungan pimpinan MPR di IKN, Senin (20/4). Ia menjelaskan, pembangunan tahap awal yang berlangsung pada 2020 hingga 2024 telah menghasilkan kawasan eksekutif seperti yang saat ini terlihat.

“Jadi secara garis besar, kita sudah selesaikan tahap pertama 2020 sampai 2024 dengan hasil yang sekarang ini, eksekutif area ini. Fase kedua 2025-2030 itu adalah nanti fokusnya di yudikatif dan legislatif, termasuk yang lain-lainnya,” kata Basuki.

Basuki menambahkan, tahapan pembangunan tersebut juga berkaitan dengan target menjadikan IKN sebagai ibu kota politik. Ia menyebut rencana tersebut mengacu pada aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Jadi sekarang ini nanti pembangunan IKN ini sesuai dengan Perpres 79 yang tahun 2028 harus akan ada dijadikan ibu kota politik, Bapak,” ujarnya.

Cerita Pak Bas Sempat Merasa Sendirian Lawan Pro-Kontra Pembangunan IKN

Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono memberikan sambutan saat kunjungan pimpinan MPR ke IKN, Senin (20/4/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono memberikan sambutan saat kunjungan pimpinan MPR ke IKN, Senin (20/4/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan

Basuki Hadimuljono mengaku sempat merasa sendirian menghadapi pro dan kontra pembangunan IKN. Basuki mengatakan, mengingat kondisi setahun lalu, dirinya harus menjelaskan sendiri kepada masyarakat terkait polemik pembangunan IKN.

“Saya sangat, menurut saya, saya pribadi sebagai pimpinan atau Kepala Otorita, kalau saya flashback ke setahun yang lalu, tahun lalu saya seperti sendirian menjelaskan pada masyarakat yang pro-kontra, saya sendirian. Kemudian ada Perpres 79/2025, nah itu sudah ada di depan saya,” kata Basuki.

Menurut dia, situasi mulai berubah setelah adanya sejumlah dukungan, mulai dari terbitnya Perpres, kunjungan MPR, hingga perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto terhadap pembangunan IKN. Berkat dukungan tersebut, kini Pak Bas tidak lagi merasa sendirian.

“Yang terakhir Bapak, minggu lalu Bapak Presiden telah menandatangani persetujuan desain untuk kawasan legislatif dan kawasan yudikatif. Jadi saya merasakan engagement beliau sudah lebih dalam pada IKN. Jadi itu merupakan dukungan betul pada kami,” ujarnya.

Ketua MPR Kaget Lihat Progres Pembangunan Bandara Nusantara IKN: Megah dan Mewah

Suasana di Bandara Nusantara, Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Sabtu (16/8/2025). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP
Suasana di Bandara Nusantara, Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Sabtu (16/8/2025). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Ketua MPR Ahmad Muzani terkesan saat pertama kali mendarat di Bandara Internasional Nusantara dalam kunjungannya ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menyebut, suasana bandara begitu megah.

“Turun, kita dikagetkan dengan suasana yang membanggakan: Bandara Internasional Nusantara di Ibu IKN,” kata Muzani saat mengunjungi Kantor Otorita IKN.

Ia menambahkan, kesan awal rombongan MPR sangat positif terhadap fasilitas tersebut.

“Kesan kami pertama adalah ini bandaranya begitu megah dan mewah,” ujarnya.

Politikus Gerindra ini menilai, perkembangan IKN sangat pesat dibandingkan kunjungannya sekitar dua tahun lalu. Saat itu, sebagian besar proyek masih dalam tahap perencanaan. Namun kini berbagai fasilitas mulai terbangun.

“Dan sekarang apa yang disampaikan Ibu Deputi semuanya telah menjadi kenyataan bahwa ada Masjid Ibu Kota, ada Gereja Basilika, ada kantor Pak Basuki, ada kantor istana Wakil Presiden. Mengalami kemajuan yang sangat pesat,” katanya.

Desain Gedung DPR-MPR IKN Disetujui Prabowo, Muzani: Insyaallah Kita Jadi Pindah

Ketua MPR Ahmad Muzani dan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono saat meninjau kawasan calon gedung legislatif di IKN, Senin (20/4/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan
Ketua MPR Ahmad Muzani dan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono saat meninjau kawasan calon gedung legislatif di IKN, Senin (20/4/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan

Muzani menyatakan semakin yakin rencana pemindahan lembaga negara ke Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menjadi nyata setelah desain gedung legislatif mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Basuki Hadimuljono menyebut desain gedung legislasi telah disetujui Presiden Prabowo Subianto dan sedang dalam tahap pembangunan. Gedung akan selesai pada 2027.

“Dan hari ini kami dikagetkan oleh pemberitahuan yang disampaikan oleh Kepala Otorita, Pak Basuki, bahwa persetujuan gedung parlemen—MPR, DPR dan DPD—sudah mendapat persetujuan dari Presiden. Termasuk persetujuan tentang gedung Yudikatif,” ucap Muzani saat mengunjungi Kantor Otorita IKN, Senin (20/4).

“Itu artinya apa? Insya Allah kita tetap akan pindah di IKN. Nunggu gedung MPR jadi, Pak Basuki,” tambahnya.

Kisah di Balik Desain Gedung DPR di IKN: Presiden Minta Catnya Hijau L’Ombres

Desain Gedung MPR, DPR, DPD di IKN oleh OIKN. Foto: Abid Raihan/kumparan
Desain Gedung MPR, DPR, DPD di IKN oleh OIKN. Foto: Abid Raihan/kumparan

Basuki Hadimuljono bercerita tentang pembuatan desain gedung MPR-DPR di IKN, terutama pada ruang persidangan paripurna. Katanya, Presiden Prabowo Subianto punya permintaan khusus pada bagian warna cat di ruangan itu. Prabowo meminta agar catnya berwarna hijau ‘L’Ombres’.

"Ini Bapak, Ibu sekalian, ini aspek yang saya banggakan betul. Karena beliau (Presiden Prabowo) menandatangani sendiri desain sidang, gedung sidang paripurna MPR. Ini ya saya kira progresnya kami harus studi banding dulu ke Mesir, Turki, dan India. Kemudian kita laporkan, kami laporkan hasil studi banding itu," jelas Basuki.

"Kemudian kami bikin empat alternatif untuk review desainnya. Beliau memilih yang ini. Jadi saya kira ini, ini buat saya mengharukan banget gitu ya, karena ini berarti Pak Presiden sudah engage betul pada IKN ini," tambahnya.

Basuki pun bercerita, Prabowo tak hanya menandatangani desain itu, namun juga memberi sejumlah masukan soal warna cat. Basuki pun sempat kebingungan saat Prabowo meminta catnya berwarna hijau ‘L’Ombres’.

Rupanya, ‘L’Ombres’ merupakan nama sebuah restoran yang ada di Paris, Prancis.

"Ini gedung, apa, kalau interiornya, beliau (Presiden Prabowo) memberikan contoh-contoh seperti tadi saya sampaikan, Pak Muzani. Bahkan, sampai warnanya, beliau menyampaikan warnanya seperti hijau L’Ombres. Kita cari L’Ombres itu apa gitu kan? Ternyata restoran di Paris. Hijaunya seperti itu, L’Ombres," ujar Basuki.

Selain mengusulkan warna, Basuki menyebut, Prabowo juga memberikan masukan mengenai desain lampu agar tidak terlalu diberikan banyak ornamen sehingga bisa lebih terang.

Basuki Ungkap Filosofi Desain Gedung MPR-DPR di IKN: Lurus, Tegas, Megah, Kuat

Desain Gedung MPR, DPR, DPD di IKN oleh OIKN. Foto: Abid Raihan/kumparan
Desain Gedung MPR, DPR, DPD di IKN oleh OIKN. Foto: Abid Raihan/kumparan

Basuki Hadimuljono mengungkap filosofi desain gedung MPR-DPR di IKN yang mencerminkan karakter kepemimpinan negara. Konsep tersebut, kata dia, menekankan ketegasan dan kewibawaan dalam pengambilan keputusan negara.

“Kalau filosofi gedungnya ya, jadi kalau Pak Presiden ini mengurus negara itu harus tegas, lurus, berwibawa. Dan itu filosofi gedung MPR ya, karena dari situlah akan dikeluarkan keputusan-keputusan negara yang besar,” kata Basuki saat meninjau lahan calon Gedung Legislatif di IKN.

Ia menjelaskan perubahan desain dari Senayan ke IKN dilakukan untuk memperkuat makna tersebut.

“Jadi beliau (Presiden Prabowo Subianto), kenapa mengubah, dulu kan agak meliut gitu, jadi kalau mengurus negara itu harus lurus, tegas, megah, kuat. Jadi itu digambarkan pada desain yang sekarang hasil studi kami ya,” ujarnya.

Buka sumber asli