Penyekapan Berujung Bongkar Jaringan Vape Etomidate di Jakut, Satu WNA Diamankan
Penyekapan Berujung Bongkar Jaringan Vape Etomidate di Jakut: Satu WNA Diamankan #newsupdate #update #news #text

Polres Metro Jakarta Utara bersama Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus dugaan penyekapan seorang remaja berusia 17 tahun oleh CH (50), WN Timor Leste, di sebuah hotel kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (25/4).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan kasus ini bermula dari laporan masyarakat sekitar pukul 03.00 WIB terkait dugaan penyekapan yang juga disertai informasi adanya barang terlarang di lokasi.
“Petugas langsung bergerak ke tempat kejadian perkara dan menemukan seorang wanita yang diduga menjadi korban serta seorang pria WNA yang diduga sebagai pelaku," kata Budi kepada wartawan, Senin (27/4).
Ternyata, dalam penyergapan tersebut, polisi juga menemukan sejumlah narkoba berbagai jenis dan bentuk.
"Di lokasi juga ditemukan barang bukti yang diduga narkotika dalam bentuk cair dan serbuk,” kata Budi.

Pengungkapan kemudian berlanjut sekitar pukul 05.00 WIB saat tim gabungan melakukan penggeledahan lanjutan di lokasi yang sama.
Dari hasil penyisiran, polisi menemukan sebanyak 321 cartridge vape dari berbagai merk yang mengandung Etomidate dan diduga siap edar.
Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lain, seperti cairan Etomidate dalam botol, alat produksi sederhana, serta bahan campuran perasa.
“Pengungkapan ini tidak hanya terkait dugaan penyekapan, namun juga mengarah pada penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis baru dalam bentuk cartridge vape yang mengandung Etomidate,” ujarnya.

Dalam penanganan kasus ini, polisi mengevakuasi korban dari lokasi dan memastikan kondisinya aman.
Korban telah menjalani pemeriksaan kesehatan serta mendapat pendampingan, termasuk rehabilitasi psikologis untuk memulihkan kondisi pascakejadian.
Polisi kini masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan sindikat narkoba lintas negara.
“Kami masih melakukan pendalaman. Tidak menutup kemungkinan ini bagian dari sindikat narkoba terorganisir, termasuk keterlibatan pelaku lain,” tambah Budi.
Saat ini, terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Masyarakat juga diminta untuk mengawal proses penanganan perkara.