Penyalur ART Erin Buka Suara soal Dilaporkan Balik ke Polisi
Pemilik yayasan penyalur ART memberikan tanggapan usai dilaporkan balik Erin ke polisi.#kumparanHITS #newsupdate

Nia Damanik, pemilik yayasan penyalur ART yang menaungi Herawati, memberikan klarifikasi terkait langkah hukum Erin yang melaporkannya balik atas dugaan penyebaran berita bohong atau pencemaran nama baik.
Nia menanggapi laporan tersebut dengan tenang dan menyatakan bahwa hanya jalankan tanggung jawab untuk melindungi pekerjanya yang mengadu telah dianiaya.
Nia menjelaskan, kehadirannya di rumah Erin pada malam kejadian adalah atas dasar laporan darurat dari Hera.
"Saya hanya waktu itu kan datang malam-malam sesuai laporan pekerja saya. Saya datang malam itu dengan niat baik-baik, iktikad baik-baik juga saya datang. Saya sebelum ke situ pun saya enggak bawa polisi," ujar Nia di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (4/5).

Penyalur ART Sayangkan Sikap Erin
Lebih lanjut, Nia mengungkap bahwa justru Erin yang pertama kali menyuruhnya membawa masalah ini ke jalur hukum.
"Yang menyuruh melapor ke Polsek juga Bu Erin gitu. Karena saya datang ke sana baik-baik saya ingin menjemput pekerja saya, lalu dia menyuruh saya untuk diusir, dan saya harus laporan ke Polsek," tegas Nia.
Nia menyayangkan sikap tersebut karena ia awalnya hanya ingin menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Terkait tuduhan bahwa yayasannya bermasalah atau menyebarkan hoaks, Nia membantah tegas. Ia merasa langkahnya membawa Hera pulang adalah tindakan prosedural.
"Dengan begini dia mencemarkan nama baik usaha saya dong. Katanya yayasan saya bermasalah, bermasalah di mana? Sedangkan saya sudah datang baik-baik ke sana pun saya datang ikuti prosedur yang dia suruh," ucap Nia.
Nia juga menceritakan situasi saat ia membawa polisi ke lokasi untuk melakukan penjemputan. Di depan petugas, ia mendengar sendiri teriakan minta tolong dari Hera.
"Jadi dari malam itu di depan polisi juga dia (Hera) di sana itu teriak-teriak minta tolong bahwa dia dicekik, dicakar. Jadi kan kita enggak mungkin dong ninggalin dia di situ kan, terpaksa saya bawa pulang," tutur Nia.

Terkait kompensasi yang diklaim sudah dibayarkan Erin, Nia tegas membantahnya. Ia menjelaskan bahwa tidak ada uang kompensasi yang diterima terkait kasus ini, melainkan hanya biaya administrasi penyaluran di awal.
"Tidak ada, tidak ada. Itu bukan kompensasi, itu bayar ke saya administrasi. Makanya saya datang malam itu, tetapi dia tidak ada iktikad baik sampai hari ini," tambah Nia.
"Kalau terjadi apa-apa saya dong yang salah. Terus apa dong tanggung jawab saya sebagai penyalur kalau saya tidak membawa dia pulang," tutup Nia.
Perselisihan antara Erin dan ART-nya menjadi sorotan publik setelah Herawati melaporkan dugaan penganiayaan fisik yang diduga terjadi pada 28 April lalu, ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Tak lama setelah itu, Erin melaporkan balik atas kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah ke Polres Metro Jakarta Selatan. Dua laporan ini masih terus bergulir dan didalami oleh kepolisian.