News Berita

Pengasuh Ponpes Pati Pakai Modus 'Penyembuhan' Untuk Lecehkan Santriwati

Cerita Saksi soal Bentuk Pelecehan oleh Pengasuh Ponpes Pati #newsupdate #update #news #text

Pengasuh Ponpes Pati Pakai Modus 'Penyembuhan' Untuk Lecehkan Santriwati
Ilustrasi pelecehan terhadap Santriwati. Foto: airdone/Shutterstock
Ilustrasi pelecehan terhadap Santriwati. Foto: airdone/Shutterstock

Salah satu korban pelecehan seksual oleh Asyhari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, menceritakan modus yang digunakan untuk melecehkan para santriwati. Kala itu, Ashyari menggunakan modus 'penyembuhan penyakit' untuk memperdaya santriwati.

Hal itu disampaikan saat konferensi pers bersama kuasa hukum korban dan pengacara Hotman Paris Hutapea di Jakarta, Kamis (7/5). Tim pendamping korban menjelaskan bahwa pelaku diduga berdalih lakukan penyembuhan penyakit untuk meyakinkan para santriwati yang masih di bawah umur.

“Waktu awal mereka, dia merayu mereka dengan bilang bahwa hal ini bisa melunturkan semua penyakit yang ada di dalam badan kamu,” ujar Dewi Intan, salah satu pendamping dari Tim Hotman 911.

Saat ditanya lebih lanjut oleh Hotman, metode tersebut diduga dikaitkan dengan tindakan tidak pantas terhadap korban.

Konferensi pers korban dan kuasa hukum dugaan kekerasan seksual terhadap santriwati pondok pesantren Kabupaten Pati, di Jakarta Utara, Kamis (7/5/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan
Konferensi pers korban dan kuasa hukum dugaan kekerasan seksual terhadap santriwati pondok pesantren Kabupaten Pati, di Jakarta Utara, Kamis (7/5/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

“Yaitu, dengan berhubungan seperti itu Pak,” jelas Dewi.

“Iya. Menghilangkan semua penyakit, penyakit hati, penyakit segala macam yang ada di dalam tubuh dia,” lanjutnya.

Ia juga menyebut, ketika korban menolak, akan terdapat tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap santriwati.

“Lalu kalau misalnya mereka menolak, itu biasanya juga sesekali dilakukan kekerasan dengan memukul kepala,” kata Dewi.

Korban yang turut hadir dalam konferensi pers tersebut turut membenarkan adanya dugaan kekerasan tersebut.

“Betul,” ujar korban singkat.

Dewi Intan menambahkan, jika satu korban menolak, maka dugaan tindakan tersebut dialihkan kepada santriwati lain secara bergantian dalam waktu yang berlangsung lama.

“Dan kalau menolak, diganti lagi dengan santri lain, seperti itu terus bergilir sampai bertahun-tahun,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Hotman menilai modus yang digunakan adanya pola manipulasi terhadap korban.

“Jadi dianggap hubungan itu obat mujarab, membersihkan diri begitu ya. Kalau menolak dipukul kepalanya,” kata Hotman.

Diketahui, predator seks Pati, Asyhari (52), pendiri ponpes di Pati itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Anwar Nasir, mengatakan Asyhari berhasil ditangkap di Kabupaten Wonogiri pada Kamis (7/5) usai sebelumnya sempat melarikan diri.

"Iya sudah ditangkap tadi di Wonogiri," ujar Anwar kepada kumparan.

Buka sumber asli