Pengakuan Asyhari, Pelaku Pencabulan Santriwati di Ponpes Pati
Pengakuan Asyhari Pengasuh Ponpes Tersangka Pencabulan di Pati #newupdate #update #news #text

Asyhari (51), pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, tersangka kasus dugaan pencabulan santriwati di Pati, ditangkap polisi usai serangkaian pelariannya.
Dalam video penangkapan yang diterima kumparan, tampak petugas menginterogasi Asyhari soal kasus yang menjeratnya. Awalnya, Asyhari sempat mengelak. Namun setelah didesak, ia pun mengaku terkait kasus pencabulan.
"Katanya pencabulan, Pak," kata Asyhari di hadapan polisi.

Asyhari juga ditanyai petugas mengenai dirinya yang disebut sebagai kiai. Dalam momen itu, Asyhari mengatakan dirinya bukan kyai.
"Mboten kyai kulo (bukan kyai saya)," kata Asyhari.
Saat ini, Asyhari telah berada di Polresta Pati. Ia dibawa dari lokasi penangkapan di Wonogiri, Jawa Tengah.

Saat keluar dari mobil, Asyhari terlihat mengenakan jaket kulit hitam, baju batik, dan celana hitam. Wajahnya terlihat lesu dan kedua tangannya terikat cable tie (pengikat plastik) berwarna kuning.
Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama, menjelaskan pengejaran Asyhari dilakukan sejak 4 Mei. Asyhari berhasil ditangkap di Wonogiri tanpa perlawanan berarti pada dini hari tadi.

"Kami sudah melakukan pengejaran sejak tanggal 4 (Mei). Sekarang berhasil diamankan dan akan kami bawa ke Mapolresta Pati," kata Dika.
Sebelumnya, Asyhari mangkir dari panggilan pertama setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (4/5). Sikap itu dinilai tidak kooperatif hingga membuat polisi mengambil langkah cepat memburu pelaku yang sempat menghilang.