Penduduknya Hampir 10 Juta Orang, Swiss Mau Batasi Populasi
Pemerintah Swiss mulai khawatir negaranya kepenuhan karena populasinya mencapai 9,1 juta orang. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Pemerintah Swiss berencana menerapkan kebijakan pembatasan populasi. Keputusan tersebut akan diambil melalui referendum pada Minggu (14/6) untuk menentukan apakah jumlah penduduk negara itu perlu dibatasi maksimal 10 juta jiwa hingga 2050.
Saat ini, jumlah penduduk Swiss telah melampaui 9,1 juta jiwa. Jika laju pertumbuhan saat ini berlanjut, angka tersebut diperkirakan akan mencapai 10 juta orang sebelum 2050. Bila usulan disetujui, pemerintah harus mulai membatasi imigrasi dalam empat tahun ke depan.
Usulan tersebut didorong oleh Partai Rakyat Swiss (SVP) yang berhaluan kanan. Pendukung pembatasan populasi berpendapat negara itu mulai kehabisan ruang akibat meningkatnya jumlah penduduk.
Namun, pemerintah Swiss, mayoritas parlemen, dan kalangan pelaku usaha menentang gagasan tersebut. Mereka memperingatkan bahwa pembatasan populasi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menyulitkan perusahaan mendapatkan tenaga kerja terampil dari luar negeri.
Juru bicara Komisi Eropa mengatakan hasil referendum akan dicermati secara serius karena menyangkut hubungan Swiss dengan Uni Eropa.
"Pergerakan bebas warga merupakan komponen penting dalam hubungan kami. Berdasarkan hal itu, kami akan melihat hasil pemungutan suara ini," kata juru bicara Komisi Eropa dikutip dari Bloomberg.

Ekonom Bloomberg Jean Dalbard dan Antonio Barroso menilai pembatasan jumlah penduduk dapat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Swiss dalam jangka panjang.
"Dengan pertumbuhan potensial saat ini diperkirakan sekitar 1,7 persen, pembatasan populasi yang ketat dapat menurunkannya menjadi 1,3 persen pada awal 2030-an karena pasokan tenaga kerja terbatas dan inovasi melemah," tulis keduanya.
Menurut mereka, kondisi tersebut akan membuat produk domestik bruto (PDB) potensial Swiss pada 2050 sekitar 2 persen lebih rendah atau setara 20 miliar franc Swiss dibandingkan proyeksi saat ini.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan pelaku industri. Chairman Roche, Severin Schwan, menegaskan Swiss tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya manusia dari dalam negeri.
"Swiss tidak dapat memenuhi kebutuhan akan orang-orang berbakat hanya dengan mengandalkan dirinya sendiri," ujar Schwan.
Sementara itu, Presiden Stadler Rail Peter Spuhler memperingatkan bahwa persetujuan atas pembatasan populasi akan membawa negaranya ke arah yang berisiko.
"Persetujuan terhadap batas populasi ini akan menempatkan Swiss di jalur yang berbahaya," kata Spuhler.
Studi yang dipesan pemerintah Swiss memperkirakan kebijakan tersebut dapat memangkas output ekonomi hingga 12% pada akhir abad ini. Kekurangan tenaga kerja diprediksi akan semakin terasa, terutama di sektor kesehatan, teknologi informasi, konstruksi, dan perhotelan.
Meski demikian, sentimen anti-imigrasi masih cukup kuat di kalangan masyarakat Swiss. Sejumlah survei menunjukkan hasil referendum berlangsung ketat, dengan kubu penolak pembatasan populasi hanya unggul tipis.