News Berita

Pendaki Gunung Merbabu Meninggal Dunia Diduga Hipotermia

Pendaki Gunung Merbabu Meninggal Dunia Diduga Hipotermia #newsupdate #update #news #text

Pendaki Gunung Merbabu Meninggal Dunia Diduga Hipotermia
Kondisi pendaki Gunung Merbabu yang meninggal dunia akibat hipotermia. Foto: Dok. Istimewa
Kondisi pendaki Gunung Merbabu yang meninggal dunia akibat hipotermia. Foto: Dok. Istimewa

Seorang pendaki asal Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, bernama Widodo (44) meninggal dunia saat mendaki Gunung Merbabu. Korban diduga mengalami hipotermia.

Kapolsek Selo AKP Kiryanta mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Rabu (10/6). Korban bersama salah satu rekannya mendaki Gunung Merbabu melalui jalur Selo, Kabupaten Boyolali.

"Berdasarkan keterangan saksi, korban dan rekannya memulai pendakian dari Basecamp Gancik pada Rabu dini hari," ujar Kiryanta, Jumat (12/6).

Di tengah perjalanan, korban sempat beristirahat di kawasan Sabana II sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak. Namun, di tengah perjalanan korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri.

"Mengetahui kejadian tersebut, rekan korban segera meminta bantuan kepada pendaki lain dan relawan yang bertugas di jalur pendakian," jelasnya.

Korban Dilarikan ke RS

Tim relawan kemudian melakukan evakuasi dan membawa korban turun menuju basecamp sebelum dilarikan ke RS Pandan Arang Boyolali untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

"Berdasarkan informasi dari pihak rumah sakit, korban diperkirakan telah meninggal beberapa jam sebelum tiba di rumah sakit," ungkap Kiryanta.

Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih menyebut korban meninggal dunia akibat hipotermia akibat kedinginan ekstrem.

"Iya, karena hipotermia akibat kedinginan. Tidak ditemukan tanda kekerasan dan keluarga juga menerima kejadian ini sebagai musibah serta tidak menghendaki dilakukan tindakan lebih lanjut," ucap Winarsih.

Lebih lanjut, polisi mengimbau masyarakat yang akan melakukan pendakian agar mempersiapkan kondisi fisik dengan baik dan memperhatikan faktor kesehatan.

"Selain itu, para pendaki diharapkan mematuhi prosedur keselamatan yang berlaku guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama aktivitas pendakian," kata Winarsih.

Buka sumber asli