News Berita

Pemulangan Haji Berjalan Lancar, Irjen Kemenhaj Minta Petugas Tetap Siaga

Pemulangan Haji Berjalan Lancar, Irjen Kemenhaj Minta Petugas Tetap Siaga #newsupdate #update #news #text

Pemulangan Haji Berjalan Lancar, Irjen Kemenhaj Minta Petugas Tetap Siaga
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Dendi Suryadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik krusial pelayanan jemaah haji di Madinah. Foto: Dok. Kemenhaj RI
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Dendi Suryadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik krusial pelayanan jemaah haji di Madinah. Foto: Dok. Kemenhaj RI

Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Dendi Suryadi, mengingatkan seluruh petugas haji Indonesia agar tetap menjaga semangat dan fokus dalam memberikan pelayanan selama fase pemulangan jemaah haji ke Tanah Air.

Menurutnya, tugas petugas haji belum berakhir meskipun rangkaian puncak ibadah haji telah selesai dilaksanakan. Keberhasilan penyelenggaraan haji baru dapat dinilai tuntas ketika seluruh jemaah kembali dengan selamat ke rumah masing-masing di Indonesia.

"Saya berharap kepada seluruh petugas haji Indonesia untuk tidak lengah dan tidak mengendurkan semangat. Ukuran tugas selesai adalah ketika jemaah terakhir sudah tiba di rumahnya masing-masing di Tanah Air," kata Dendi saat meninjau operasional pemulangan jemaah di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (13/6) malam.

Ia juga meminta seluruh petugas menjaga kekompakan selama sisa masa operasional yang masih berlangsung sekitar dua pekan ke depan.

Dalam evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini, Dendi menilai secara umum pelayanan berjalan baik. Namun, terdapat satu aspek yang perlu mendapat perhatian khusus untuk perbaikan pada musim haji mendatang, yakni pengelolaan jemaah di kawasan Mina.

Haji Core 2026, jemaah haji membawa barangnya sambil mengalungkan boneka unta yang menjadi primadona oleh-oleh bagi sanak keluarga di Indonesia. Foto: Dok. MCH 2026
Haji Core 2026, jemaah haji membawa barangnya sambil mengalungkan boneka unta yang menjadi primadona oleh-oleh bagi sanak keluarga di Indonesia. Foto: Dok. MCH 2026

Menurutnya, Mina menjadi titik paling krusial karena keterbatasan kapasitas kawasan tersebut tidak sebanding dengan jumlah jemaah Indonesia yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia.

"Temuan yang cukup signifikan tahun ini adalah bagaimana kita memitigasi pelayanan di Mina. Ini membutuhkan kerja sama yang lebih erat dengan Pemerintah Arab Saudi karena kapasitas Mina terbatas, sementara jumlah jemaah Indonesia sangat besar," ujarnya.

Sementara itu, untuk layanan pemulangan jemaah melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Dendi menilai proses berjalan lancar. Kendala yang muncul sejauh ini bersifat teknis dan tidak berdampak signifikan terhadap operasional.

"So far berjalan lancar. Kalau ada kekurangan, sifatnya minor dan tidak ada persoalan besar yang mengganggu proses pemulangan jemaah," katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada petugas yang bertugas di sektor bandara. Menurut pengamatannya, kinerja petugas selama operasional haji tahun ini cukup memuaskan.

Selain evaluasi teknis, Dendi menekankan pentingnya keberlanjutan pengalaman petugas dalam penyelenggaraan ibadah haji. Ia berharap sistem penugasan ke depan dapat lebih banyak melibatkan petugas berpengalaman untuk menjaga kualitas layanan.

Haji Core 2026, jemaah haji membawa sejumlah boneka unta yang menjadi primadona oleh-oleh bagi sanak keluarga di Indonesia. Foto: Dok. MCH 2026
Haji Core 2026, jemaah haji membawa sejumlah boneka unta yang menjadi primadona oleh-oleh bagi sanak keluarga di Indonesia. Foto: Dok. MCH 2026

Menurutnya, komposisi ideal adalah mayoritas petugas yang telah memiliki pengalaman bertugas, dipadukan dengan petugas baru sebagai proses kaderisasi.

"Operasional haji adalah pekerjaan besar yang melibatkan banyak layanan dan fungsi. Karena itu, dibutuhkan SDM yang berpengalaman agar pelayanan kepada jemaah semakin baik dari tahun ke tahun," tuturnya.

Fase pemulangan jemaah haji Indonesia melalui Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah akan berakhir pada 16 Juni 2026. Di hari yang sama, kepulangan jemaah gelombang kedua dari Bandara Madinah dimulai.

Buka sumber asli