News Berita

Pemotongan Hewan Kurban di Berbagai Daerah: dari Sapi Lepas hingga Tragedi

Pemotongan Hewan Kurban di Berbagai Daerah: dari Sapi Lepas hingga Tragedi #newsupdate #update #news #text

Pemotongan Hewan Kurban di Berbagai Daerah: dari Sapi Lepas hingga Tragedi
Sapi kurban milik Kementerian Pekerjaan Umum di tempat penampungan hewan kurban Masjid Istiqlal, Jakarta, tiga hari menjelang Hari Raya Iduladha 1447, Minggu (24/5/2026) siang. Foto: Aditya Nugraha/kumparan
Sapi kurban milik Kementerian Pekerjaan Umum di tempat penampungan hewan kurban Masjid Istiqlal, Jakarta, tiga hari menjelang Hari Raya Iduladha 1447, Minggu (24/5/2026) siang. Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Penyembelihan hewan kurban Idul Adha pada Rabu (28/5) kemarin diwarnai sejumlah peristiwa mulai dari hewan kurban yang lepas hingga panitia kurban yang meninggal dunia.

kumparan merangkum sejumlah peristiwa pemotongan hewan kurban di berbagai daerah sebagai berikut:

Sapi Lepas dan Tercebur Selokan di Tangerang

Sapi tercebur got di Batu Ceper, Kota Tangerang, Rabu (27/5/2026). Foto: Dok. Istimewa
Sapi tercebur got di Batu Ceper, Kota Tangerang, Rabu (27/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Di Kota Tangerang dua sapi kabur saat hendak disembelih. Salah satunya terjadi di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang. Seekor sapi dilaporkan lepas dan berlarian ke sana ke mari.

"Sapi kurban terlepas. Pada saat akan disembelih tali sapi rapuh dan putus," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Suherlandia, dalam keterangannya, Rabu (27/5).

Petugas damkar turun tangan untuk membantu mengamankan sapi itu. Perlu dibuat jebakan untuk kembali menangkap sapi tersebut. Akhirnya, sapi itu berhasil ditangkap dan ditumbangkan untuk disembelih.

Peristiwa lainnya terjadi di Kecamatan Batu Sari, Kelurahan Batu Ceper. Ada seekor sapi yang kabur hingga tercebur selokan.

"Ada warga datang ke pos meminta bantuan sapi nyeblos ke got," ungkap Andia.

Petugas damkar juga dikerahkan untuk membantu evakuasi.

Sapi Lepas Bikin Panik Pengendara di Tangsel

Sapi kabur di Jalan IR.H. Juanda, Ciputat, Tangeran Selatan. Foto: Dok. Istimewa
Sapi kabur di Jalan IR.H. Juanda, Ciputat, Tangeran Selatan. Foto: Dok. Istimewa

Seekor sapi kurban lepas di kawasan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Rabu (27/5). Hewan kurban itu sempat berlari ke Jalan Ir. H. Juanda hingga membuat arus lalu lintas terganggu.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, polisi menerima informasi soal sapi lepas tersebut setelah video dan kabarnya beredar di media sosial. Polisi lalu melakukan pengecekan ke lokasi.

"Pada hari Rabu 27 Mei 2026 pukul 13.00 WIB piket fungsi pimpinan Ipda Rinto Hardianto (Pawas) melakukan cek TKP adanya informasi dari media sosial bahwa ada hewan kurban (sapi) yang lepas di Jalan Ir. H. Juanda," kata Bambang dalam keterangannya.

Dari hasil penelusuran, sapi itu diketahui berasal dari Masjid As Salam, Jalan Semanggi I, RT 1/RW 3, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur.

Menurut keterangan panitia kurban bernama Wirjan, sapi tersebut lepas saat hendak disembelih sekitar pukul 10.00 WIB. Hewan itu mendadak mengamuk hingga talinya terlepas lalu berlari ke jalan raya.

"Sekitar pukul 10.00 WIB pada saat hewan kurban (sapi) akan dipotong tiba-tiba sapi tersebut berontak dan talinya terlepas kemudian sapi tersebut lari ke arah jalan raya di Jalan Ir. H. Juanda," ujarnya.

Aksi sapi yang berlarian di jalan sempat membuat lalu lintas di sekitar Jalan Juanda tersendat. Warga dan pengendara pun terlihat berupaya menghindari sapi tersebut.

Sekitar pukul 11.00 WIB, sapi akhirnya berhasil ditangkap di samping Asrama Putri UIN, Kelurahan Pisangan. Setelah itu, sapi dibawa kembali ke Masjid As Salam menggunakan mobil bak terbuka untuk dilakukan pemotongan.

Sapi Ngamuk di Hajatan Warga di Banyumas

Sapi kurban di Banyumas lepas dan masuk ke hajatan orang. Foto: Dok. Istimewa
Sapi kurban di Banyumas lepas dan masuk ke hajatan orang. Foto: Dok. Istimewa

Seekor sapi kurban sempat masuk ke tenda hajatan warga di Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Banyumas. Ia mengamuk dan merusak sejumlah barang di acara tersebut.

Dalam video yang beredar di media sosial terlihat sapi berwarna putih itu tampak berdiri di atas pelamin. Bangku-bangku tampak berantakan. Bahkan ada yang terlihat patah.

Kapolsek Karanglewas AKP Heri Sudaryanto mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (26/5) sekitar pukul 19.00 WIB. Sapi tersebut milik warga RT 04 RW 04 Desa Pasir Kulon.

"Sapi terlepas dari talinya, warga sudah berusaha mengamankan akan tetapi masuk ke tempat hajatan," ujar Heri saat dikonfirmasi.

Heri memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. "Hanya meja dan kursi hajatan berantakan," ujarnya.

Sapi itu berhasil dievakuasi. Hari ini, Rabu (27/5) si sapi disembelih sebagai hewan kurban. Heri memastikan tidak ada amukan dari si sapi saat disembelih.

Kambing di Lumajang Bersolek Sebelum Disembelih

Warga Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, saat melaksanakan tradisi rias kambing dan keliling kampung sebelum disembelih. Foto: Dok. Istimewa
Warga Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, saat melaksanakan tradisi rias kambing dan keliling kampung sebelum disembelih. Foto: Dok. Istimewa

Di Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang beberapa kambing diarak menuju tempat penjagalan.

Seolah-olah kambing itu diarak seperti sebuah karnaval, sebelum mereka disembelih. Tawa warga pecah menyaksikan arak-arakan itu. Sementara penyelenggara acaranya, Ribut Santoso, seorang guru yang konten-kontennya beberapa kali viral menjelaskan, tradisi ini sudah berjalan turun-temurun di kampungnya.

"Kalau tradisi ini sebenarnya sudah ada sejak dulu. Cuma saya kepingin tradisi ini biar tidak hilang, dihidupkan kembali. Cuma kalau dulu bedanya kambing itu dikalungi dengan semacam janur atau kembang," ujar Ribut kepada kumparan, Rabu (27/5).

Sebelum dimulainya acara tersebut, berbagai persiapan dilakukan oleh Ribut. Mulai dari menjahit baju hingga mempersiapkan pernak-pernik untuk merias kambing.

"Kebetulan saya punya persewaan baju tari jadi sekalian kambingnya saya kasih baju tari. Bukan beda dari yang lain, tradisinya itu biar tetap ada. Ya merias, jahit bajunya, masang-masang aksesoris," ucapnya.

Selain merawat tradisi, kata Ribut, ada alasan lain dirinya menggelar acara rias kambing tersebut. Menurutnya, dengan cara tersebut, kambing yang hendak disembelih tidak stres ataupun sedih.

Pada Idul Adha kali ini, total ada enam ekor kambing yang dirias dan diajak keliling kampung.

Setelah diarak keliling kampung, keenam kambing itu pun dibawa kembali ke rumah Ribut untuk disembelih.

"Kebetulan tidak saya kirim ke masjid karena di sana sudah banyak yang berkurban. Jadi saya sembelih sendiri untuk langsung dibagikan ke tetangga-tetangga sekitar dan orang-orang yang berhak mendapatkannya," katanya.

Sapi Bantuan Presiden

Sapi bernama Sambo, yang merupakan sapi kurban dengan berat 1,1 ton, sumbangan dari Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. Istimewa
Sapi bernama Sambo, yang merupakan sapi kurban dengan berat 1,1 ton, sumbangan dari Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. Istimewa

Sapi yang dinamai Sambo disembelih di Kota Tangerang. Hewan seberat 1,1 ton tersebut disumbangkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk Masjid Al Hidayah, Cipondoh, Kota Tangerang.

Saat Idul Adha, Rabu (27/5), penyembelihan sapi ini menyita perhatian. Sebab ukurannya lebih besar dari rata-rata sapi yang disumbangkan di masjid tersebut.

Proses penyembelihan tidak hanya disaksikan warga setempat, namun jajaran Pemerintah Kota Tangerang, seperti Wali Kota Tangerang, Sachrudin, turut hadir dalam proses tersebut.

Sapi ini disembelih secara manual oleh panitia masjid setempat. Dibutuhkan 12 orang panitia untuk menumbangkan sapi jenis Brangus ini. Nantinya, daging sapi akan dibagikan ke warga Cipondoh.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian Presiden kepada masyarakat Kota Tangerang.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan kepeduliannya kepada masyarakat Kota Tangerang, khususnya warga di sekitar Masjid Al Hidayah Cipondoh. Semoga bantuan hewan kurban ini membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi masyarakat yang menerima," katanya.

Menurutnya, bantuan hewan kurban dari Presiden menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat. Ia berharap, semangat gotong royong dan kebersamaan yang tercermin dalam perayaan Idul Adha dapat terus terjaga di tengah kehidupan masyarakat Kota Tangerang.

Sambo yang dibeli Presiden dengan harga Rp 122 juta ini, telah menjalani proses penggemukan di tempatnya selama tiga tahun terakhir. Untuk mencapai bobot tersebut, sapi berusia lima tahun ini mendapatkan perlakuan khusus, mulai dari pola makan hingga kebersihan.

Sambo mendapatkan perawatan khusus, seperti mandi rutin sehari dua kali pagi dan sore untuk memastikan kebersihan. Lalu, pakan yang diberi ampas tahu, konsentrat, hingga singkong.

Selain asupan nutrisi, kesehatan Sambo juga dipantau ketat. Sapi tersebut rutin diberikan vitamin B Kompleks dan B12, serta telah menerima vaksinasi lengkap sesuai instruksi dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang.

Panitia Kurban Meninggal Dunia

Panitia kurban tewas tenggelam saat cuci jeroan sapi di sungai, Palembang, Rabu (27/5/2026). Foto: Dok. Istimewa
Panitia kurban tewas tenggelam saat cuci jeroan sapi di sungai, Palembang, Rabu (27/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Seorang panitia pemotongan hewan kurban bernama Juli Hermanto (40 tahun) tewas tenggelam saat sedang mencuci jeroan sapi di aliran anak sungai Jalan Pangeran Ratu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Rabu (27/5).

Korban pergi ke sungai bersama dua rekannya, yakni Gunawan dan Mail, usai membantu memotong hewan kurban. Lokasi sungai tersebut tidak jauh dari tempat pemotongan.

Mereka membawa jeroan sapi ke sungai tersebut untuk dibersihkan. Rencananya jeroan akan dijadikan babat.

Gunawan yang merupakan rekan korban mengatakan awalnya Juli hanya beraktivitas di pinggiran anak sungai untuk mulai membersihkan usus sapi. Namun, beberapa saat kemudian ia memutuskan berjalan ke arah tengah sungai.

"Korban mungkin mengira kedalaman air di tengah itu sama dangkalnya dengan di tepian. Tapi ternyata dalam," kata Gunawan.

Gunawan mengaku tidak sempat menolong karena korban tiba-tiba tenggelam. Ia dan Mail juga tidak mengetahui bahwa korban ternyata tidak bisa berenang.

"Saya dan Mail tidak sempat menolong karena korban tiba-tiba tak terlihat di permukaan," ujarnya.

Keluarga korban yang mengetahui peristiwa tersebut datang ke lokasi kejadian bersama warga sekitar. Mereka mencari korban.

Jasad korban baru ditemukan pada pukul 12.40 WIB, tidak jauh dari lokasi tenggelam. Korban kemudian dibawa ke RS Bari Palembang untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan ke keluarga.

Kapolsek Seberang Ulu I Palembang, Kompol Heri, melalui Pamapta Polrestabes Palembang, Ipda Ammar, membenarkan peristiwa nahas tersebut. Ia menduga korban tidak mengetahui kedalaman sungai sehingga tenggelam.

"Korban mengira aliran anak sungai tersebut dangkal, ternyata dalam. Saat korban ke tengah, ia tenggelam karena diduga tidak bisa berenang," katanya.

Bocah di Pemalang Tewas Saat Cuci Jeroan Kurban

Dua bocah di Kabupaten Pemalang tewas akibat tenggelam saat mencuci jeroan di Sungai Comal, Desa Karanganyar, Kecamatan Bantarbolang, pada Rabu (27/5) pagi.

Kapolsek Bantarbolang, Eko Purwanto, mengatakan peristiwa itu terjadi saat kedua korban mengikuti warga yang hendak membersihkan jeroan hewan kurban di aliran Sungai Comal.

"Kedua korban berasal dari Desa Karanganyar, berinisial LK (14) dan SR (12)," kata Eko dalam keterangannya, Rabu (27/5).

Berdasarkan keterangan saksi, awalnya kedua korban menuju Sungai Comal bersama seorang temannya untuk membantu membersihkan jeroan hewan kurban.

"Namun, sesampainya di lokasi, kedua korban berenang ke tengah sungai, sedangkan temannya tidak ikut berenang dan tetap membantu warga membersihkan jeroan hewan kurban," ucapnya.

Saat berenang, warga di sekitar lokasi mendengar teriakan dari kedua anak tersebut.

"Kemudian warga langsung melakukan pertolongan dan membawa kedua korban ke klinik di Bantarbolang," katanya.

Sesampainya di klinik, nyawa kedua anak tersebut tidak tertolong. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, keduanya dinyatakan meninggal dunia.

Eko menyampaikan pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Buka sumber asli