News Berita

Pemkab Badung Genjot Infrastruktur Jalan, Salah Satu Upaya Urai Kemacetan

Pemkab Badung mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah strategis sebagai bagian dari peningkatan konektivitas dan mengurai kemacetan, khususnya di kawasan pariwisata.

Pemkab Badung Genjot Infrastruktur Jalan, Salah Satu Upaya Urai Kemacetan
Lalu lintas di kawasan Badung, Bali. Foto: Dok. Pemkab Badung
Lalu lintas di kawasan Badung, Bali. Foto: Dok. Pemkab Badung

Pemerintah Kabupaten Badung mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah strategis sebagai bagian dari peningkatan konektivitas dan salah satu langkah untuk mengurai kemacetan yang terjadi, khususnya di kawasan pariwisata.

Kepadatan lalu lintas masih kerap terjadi di wilayah Kuta Selatan, terutama di jalur Jimbaran, Balangan, hingga Pecatu dan akses menuju Uluwatu. Lonjakan kendaraan pada jam sibuk dan musim liburan menyebabkan perlambatan arus yang berdampak pada mobilitas masyarakat dan wisatawan.

Pemkab Badung di bawah kepemimpinan Bupati I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta menjadikan pembangunan infrastruktur jalan sebagai program prioritas. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ditugaskan sebagai pelaksana teknis.

Sejumlah proyek jalan saat ini tengah dipersiapkan dan sebagian telah memasuki tahap pengadaan lahan serta perencanaan konstruksi sejak 2024. Pemerintah menargetkan seluruh proyek dapat rampung secara bertahap hingga 2028.

“Menindaklanjuti arahan Bupati I Wayan Adi Arnawa, kami Dinas PUPR Badung berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur jalan secara terencana dan berkelanjutan, termasuk membuka akses baru untuk memperkuat konektivitas dan mengurai kemacetan di kawasan strategis.

Pembangunan akan dilakukan bertahap hingga 2028, dengan kajian teknis yang matang dan sinergi lintas sektor, sehingga dapat mendukung kelancaran mobilitas, pertumbuhan ekonomi, dan pelayanan publik,” ujar Plt Kadis PUPR Badung, A. A. Rama Putra.

Pengembangan infrastruktur jalan difokuskan pada pembukaan jalur alternatif dan penguatan konektivitas antarwilayah yang selama ini menjadi titik kepadatan.

Di kawasan Kuta Selatan, pemerintah mengembangkan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Segmen 4 yang menghubungkan kawasan Jimbaran, Balangan, hingga Pecatu. Selain itu, dibangun pula jalur penghubung baru seperti trase Pura Kulat menuju Labuan Sait, Pecatu menuju Pura Kulat, hingga konektivitas ke kawasan Melasti dan Pasar Desa Adat Pecatu.

Rangkaian pembangunan jalan ini diharapkan dapat mengurai kemacetan dan memperlancar akses menuju destinasi wisata sekaligus mendistribusikan arus kendaraan yang selama ini terpusat di jalan utama.

Sementara di Kuta Utara, pengembangan difokuskan pada peningkatan konektivitas antar kawasan padat aktivitas, termasuk jalur Semer menuju Teuku Umar Barat serta penghubung Subak Sari, Batu Bolong, hingga Umalas. Infrastruktur ini diharapkan dapat mengurangi tekanan lalu lintas di kawasan permukiman dan pariwisata yang berkembang pesat.

Di wilayah Abiansemal, pembangunan jalan diarahkan untuk memperkuat jalur penghubung antarwilayah, khususnya koridor Penarungan menuju Mambal, yang selama ini menjadi alternatif pergerakan masyarakat dari dan menuju pusat aktivitas.

Sedangkan di Kecamatan Mengwi, pemerintah melakukan pengembangan jaringan jalan dalam skala besar sebagai tulang punggung konektivitas baru.

Beberapa ruas strategis seperti koridor Gatot Subroto Barat menuju Mengwi, Abianbase ke Penarungan, hingga jalur Gulingan dan Tambaksari dikembangkan untuk mendukung distribusi arus kendaraan dari kawasan selatan ke wilayah tengah dan barat Badung.

Secara keseluruhan, proyek ini mencakup pembangunan jalan baru, pelebaran kapasitas jalan, pembangunan jembatan, serta pengadaan lahan di berbagai titik strategis.

Melalui pengembangan ini, Pemkab Badung berharap arus lalu lintas dapat terdistribusi lebih merata, mobilitas masyarakat meningkat, serta mendukung keberlanjutan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

Buka sumber asli