News Berita

PBNU Undang Presiden Prabowo Hadiri Muktamar ke-35 di Jombang

PBNU Undang Presiden Prabowo Hadiri Muktamar ke-35 di Jombang #newsupdate #update #news #text

PBNU Undang Presiden Prabowo Hadiri Muktamar ke-35 di Jombang
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Kantor PWNU Jawa Timur, Selasa (20/7/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Kantor PWNU Jawa Timur, Selasa (20/7/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengundang Presiden Prabowo Subianto, membuka Muktamar ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Muktamar NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan persiapan muktamar terus digenjot.

"PBNU terus melakukan persiapan yang waktunya tinggal 40 hari lagi. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan diharapkan akan dibuka secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. PBNU mengundang secara resmi untuk bisa membuka Muktamar NU yang ke-35 tersebut di Jombang," kata Gus Ipul, di Kantor PWNU Jawa Timur di Surabaya, Selasa (21/7).

Selain itu, PBNU juga terus melakukan konsolidasi dengan Pengurus Wilayah NU (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Indonesia agar seluruh pengurus NU berpartisipasi dalam pelaksanaan Muktamar.

"Untuk itu saya berharap seluruh PW dan PC yang belum melengkapi surat-surat yang dibutuhkan atau juga dokumen-dokumen yang dibutuhkan agar bisa mendapatkan Surat Keputusan dari PBNU, bisa terus berusaha dan bekerja keras agar waktu yang tersisa bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya," ucapnya.

PBNU memberikan kebijakan khusus bagi PWNU se-tanah Papua serta pendampingan dan mitigasi kepada cabang dan wilayah yang belum melengkapi dokumen untuk memperoleh penetapan Surat Keputusan (SK).

"PBNU memberikan kesempatan kepada PW dan PC agar semuanya mengikuti proses dan bisa menjadi peserta muktamar penuh. PBNU juga memberikan kebijakan khusus untuk PWNU se-tanah Papua dan juga tentu memberikan pendampingan, mitigasi kepada cabang-cabang dan wilayah yang belum melengkapi dokumen-dokumennya dalam rangka untuk memperoleh penetapan SK," ujar dia.

Ia juga mengimbau kepada seluruh PWNU dan PCNU untuk mengakses informasi terkait Muktamar melalui media dan sumber resmi.

"Jangan mudah terperdaya, jangan mudah percaya dengan berita-berita hoaks, berita-berita yang mungkin tidak sesuai kenyataan. Ya, jadi kita ini harapan kita penting karena di luar sana banyak berita-berita yang kadang menyesatkan, berita-berita yang kadang bernuansa untuk menyesatkan. Nah, ini kita harapkan untuk diabaikan dan ikuti seluruh proses-proses resmi yang dilakukan oleh PBNU," kata dia.

Buka sumber asli