Olivia Rodrigo: Musik Adalah Tempat Berlindung dari Masa Kecilku yang Sunyi
Olivia Rodrigo mengungkap masa kecil yang penuh kesunyian justru menjadi pondasi utama dalam karya musiknya yang emosional. #kumparanHITS #newsupdate

Olivia Rodrigo baru merilis album studio ketiganya, 'you seem pretty sad for a girl so in love'. Olivia Rodrigo membeberkan hal menarik di balik album tersebut saat tampil di podcast Zane Lowe dari Apple Music.
Dalam percakapan tersebut, Rodrigo mengungkap masa kecil yang penuh kesunyian justru menjadi pondasi utama dalam karya musiknya yang emosional.
"Aku bisa melihat kembali masa kecilku dengan sedikit lebih banyak perspektif. Dan ya, aku menghabiskan begitu banyak masa kecilku sendirian. Aku dididik di rumah, aku adalah anak tunggal, aku adalah aktor cilik, tumbuh dengan kesepian," ungkap Rodrigo.
Namun, alih-alih meratapi kesedihan tersebut, Rodrigo melihat masa itu sebagai pondasinya untuk menjalin ikatan yang kuat dengan musik.
"Terkadang aku pikir itu agak menyedihkan, tapi aku juga pikir itulah alasan aku sangat mencintai musik, karena dalam momen sunyi dan kesepian saat tumbuh dewasa, musik adalah tempat berlindungku," jelasnya.
Salah satu momen yang paling diingat Olivia adalah saat menemukan album legendaris Carole King di usia remaja. Rodrigo menyebut pengalaman itu sangat berharga.

"Ketika aku berusia 13 tahun dan menemukan Tapestry karya Carole King untuk pertama kalinya, hidupku yang tadinya hitam putih jadi berwarna. Itu jadi pengalaman yang begitu indah dan ajaib," kenang Rodrigo.
Meskipun orang tuanya bukan berasal dari seniman, mereka punya peran dalam membentuk musik Rodrigo. Ada momen emosional baru-baru ini saat Rodrigo menonton konser The Cure bersama sang ayah.
"Kami hanya berpelukan menyanyikan 'Pictures of You,' dan aku pikir itu sangat indah. Kami hanya menangis. Itu hal yang ada dalam keluargaku. Kami sangat, sangat emosional dalam hal musik," tuturnya.
Olivia Rodrigo kini fenomenal sejak debutnya lewat album SOUR (2021) yang meraih tiga penghargaan Grammy dan memecahkan berbagai rekor streaming. Kesuksesan itu dilanjutkan dengan album kedua, GUTS (2023), yang menelurkan hits seperti 'vampire' dan 'bad idea right?', yang keduanya sukses memuncaki tangga lagu Billboard.
Dengan miliaran streams dan pengaruh bagi Gen Z, kehadiran album ketiga 'you seem pretty sad for a girl so in love' diprediksi akan kembali mendominasi industri musik global. Melalui kejujuran tentang masa lalunya, Rodrigo membuktikan bahwa kesepian pun bisa diubah menjadi karya seni yang menyentuh jutaan hati.