OJK Ungkap Hasil Pertemuan dengan MSCI, Ini Poin-poinnya
Menurut OJK, MSCI memberikan pengakuan atas berbagai kemajuan reformasi integritas pasar modal Indonesia. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan hasil pertemuan dengan penyedia indeks global MSCI pada pekan lalu. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, pertemuan tersebut berlangsung positif dan konstruktif.
Kata Hasan, MSCI memberikan pengakuan atas berbagai kemajuan reformasi integritas pasar modal Indonesia yang selaras dengan ekspektasi indeks global.
“Seperti diketahui, per Maret kemarin sudah kita tuntaskan semuanya. Ada yang terkait dengan transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen, itu juga kemudian mereka konfirmasi akan mereka manfaatkan datanya,” kata Hasan saat ditemui ditemui usai Acara Peresmian PINTAR Reksa Dana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (27/4).
Selain itu, data konsentrasi kepemilikan tinggi saham atau high shareholding concentration (HSC) juga dimanfaatkan MSCI sebagai bahan pertimbangan, termasuk kemungkinan untuk mengecualikan saham yang masuk dalam kategori tersebut dari indeks mereka.
“Satu-dua saham juga merupakan saham yang masuk dalam indeks MSCI. Itu juga langsung mereka respons positif dan akan dimanfaatkan untuk pertimbangan, termasuk exclude saham yang masuk kategori tersebut,” lanjut Hasan.
Ia melanjutkan, OJK juga telah menetapkan peraturan baru untuk meningkatkan batas minimum atau free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen yang akan dilakukan secara bertahap.
“Dengan keterbukaan informasi dan integritas yang kita hadirkan, mungkin dampak jangka pendeknya tidak bisa dihindari akan ada rekomposisi bobot maupun saham dalam indeks MSCI, termasuk FTSE Russell,” tutur Hasan.
Kendati demikian, ia menilai pasar telah mengantisipasi hal ini lebih awal, terlihat dari respons investor terhadap saham-saham yang berpotensi mengalami perubahan. Menurutnya, sistem peringatan dini yang dihadirkan OJK telah ditangkap dengan baik oleh para pelaku pasar.
“Artinya informasi early warning yang kita hadirkan sudah ditangkap dengan baik oleh investor,” lanjutnya.
Sebagai langkah lanjutan, Hasan menginformasikan OJK akan memulai pembicaraan yang lebih luas dengan investor regional dan global. Dengan dukungan dari World Bank dan IFC, OJK membentuk investor advisory group untuk mendapatkan masukan atas progres yang telah dicapai.
“Di forum itu kita ingin mendapatkan feedback atas progres yang sudah kita lakukan. Prinsipnya, kita tidak akan ragu untuk terus mendorong peningkatan integritas pasar modal. Sehingga kepercayaan investor, baik domestik maupun global, bisa meningkat dan pasar kita semakin trusted,” jelas Hasan.